Kunjungan Kerja Gubernur VBL ke Timor dan Sumba, "Jangan Mau Jadi Orang Bodoh Lagi"

Kunjungan kerja Gubernur VBL ke Timor dan Sumba, "Jangan Mau Jadi Orang Bodoh Lagi"

POS-KUPANG.COM/FOTO HUMAS & PROTOKOL SETDA NTT
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) didampingi Bupati Sumba Tengah, Paul Limu (kanan) saat kunker di Sumba Tengah, Selasa (29/2). 

Kunjungan kerja Gubernur VBL ke Timor dan Sumba, "Jangan Mau Jadi Orang Bodoh Lagi"

POS-KUPANG.COM - GUBERNUR Nusa Tenggara Timur ( NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), secara maraton melakukan kunjungan kerja ke daratan Timor pekan pertama Februari 2020. Sebagai seorang pemimpin yang paham psikologi massa, VBL sadar hanya dengan kunjungan langsung ke masyarakat, dia bisa mendekatkan diri sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Menyaksikan gaya, ritme dan totalitas kunjungan kerja VBL kali ini, kita jadi sadar daerah dengan topografi seperti NTT tidak cuma sekadar ada pemimpin tapi dibutuhkan sosok dengan kualifikasi punya passion kuat, memeluk spirit merakyat, punya energi lebih untuk kemudian bisa menghasilkan aura positif di tengah masyarakat.

Nadia Riwu Kaho: Saya Bercerita kepada Tuhan

Aura positif ini sungguh terasa ketika mengikuti kunjungan kerja (kunker) VBL selama sepekan di lima kabupaten di daratan Timor dan tiga kabupaten (minus Sumba Barat Daya) di daratan Sumba. Kunker ke daratan Timor bermula di Kabupaten Malaka, Minggu (9/2/2020), dan berakhir di Kabupaten Kupang, Jumat (14/2/2020). Sedangkan kunker ke daratan Sumba bermula di Sumba Timur, Kamis (27/2/2020), dan berakhir di Sumba Tengah, Sabtu (29/2/2020).

Sebenarnya kunker seorang kepala daerah ke tengah masyarakat merupakan hal yang biasa dan rutin dilakukan. Tetapi ketika sang pemimpin itu mempunyai karakter kepemimpinan yang kuat, punya tekad untuk membangun, niscaya kehadirannya sangat dirindukan.

Plafon Gedung DPRD Ende Jebol, Ini Tanggapan Sekwan DPRD Ende

Kerinduan itu nyata ketika Gubernur VBL dan rombongan menjejak Malaka, Minggu (9/2/2020) sore. Dari Kupang, VBL dan rombongan menggunakan kendaraan roda empat. Melintasi jarak tempuh lebih dari 200 Km dengan waktu tempuh sekitar 8 jam, tentu bukan perjalanan ringan buat pemimpin yang supersibuk. Tetapi bagi VBL kunker adalah harga yang harus dia bayar kepada rakyat sebagai pertanggungjawabannya sebagai seorang pemimpin.

Sekda Malaka, Donatus Bere, SH dan ratusan warga yang sudah mengantre menyambut Gubernur VBL dengan iringan drumband pelajar SMA Negeri Harekakae. Sebelum masuk dan diterima Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, di Rumah Jabatan Bupati Malaka, ada sapaan adat hase hawaka dari tua-tua adat Malaka. Hujan yang mengguyur seakan membawa pesan kedatangan Gubernur VBL di bumi Malaka direstui alam dan leluhur Malaka.

Malam itu juga Gubernur VBL menggelar rapat dengan Bupati Malaka, para camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pimpinan OPD Kabupaten Malaka. Di hadapan semua yang hadir itu, Gubernur VBL menunjukkan kepedulian, keberpihakan dan tekadnya ingin membawa NTT maju sesuai taglinenya `NTT Bangkit Menuju Sejahtera'.

NTT Bangkit Menuju Sejahtera, dalam pandangan Gubernur VBL, seyogyanya bisa dimulai dari dan dengan apa yang ada pada masyarakat sendiri. Di banyak tempat dan pada berbagai kesempatan VBL selalu membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa NTT ini sungguh kaya. Kekayaan alam NTT luar biasa. Destinasi pariwisata NTT tiada duanya. Karena itu NTT tidak boleh ketinggalan, masyarakat NTT tidak pantas hidup miskin.

Di Malaka, Gubernur VBL membuka mata masyarakat dengan menggambarkan kandungan gizi dan vitamin pada kelor si pohon ajaib yang lebih kaya dari susu. Karena itu, Gubernur VBL menginstruksikan agar setiap rumah menanam lima pohon kelor. Kabupaten Malaka, kata Gubernur VBL, merupakan salah satu tempat terbaik untuk budidaya tanaman kelor.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved