Perang Tanding di Adonara Flotim
Agus Boli Sesal 6 Warga Tewas Perang Antarsuku di Flores Timur
Wakil Bupati Flotim, Agus Payong Boli sesalkan 6 warga tewas perang antarsuku di Flores Timur
Wakil Bupati Flotim, Agus Payong Boli sesalkan 6 warga tewas perang antarsuku di Flores Timur
POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Perang antarsuku meletus di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur ( Flotim), Kamis (5/3) sekitar pukul 10.00 Wita. Pertikaian memperebutkan lahan kebun di Wulanwata itu menewaskan enam orang. Korban berinisial MKK (80), YMS (70), YOT (53), SR (68), YH (70) dan WK (80).
"Semua korban petani dari kedua suku yang bertikai," kata Wakil Bupati Flotim, Agus Payong Boli saat dikonfirmasi via telepon, Kamis malam.
• Astaga! Sampah Menumpuk dan Berserakan di Beberapa Titik Jalan Labuan Bajo Terang
Pria yang akrab disapa Agus Boli ini menduga para korban terbunuh saat terjadi perang tanding. Ia menyebut ada juga korban luka-luka namun belum diketahui keberadaannya.
Agus Boli beralasan lokasi kejadian cukup jauh dari Desa Sandosi. Informasi tersebut ia peroleh setelah berkomunikasi via telepon dengan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) dan aparat Desa Sandosi.
Ia menyesalkan kembali jatuhnya korban jiwa dalam pertikaian perebutan lahan di Wulenwata. "Di Adonara kadang hukum formil tidak dipercayai dan masyarakat cenderung memakai metode adat pembuktian kebenaran lewat perang, sehingga ada istilah Lamaholot moen deino, moen hala tobano (engkau benar maka bertahan, engkau salah maka jatuh)," ujar Agus Boli.
• TNI AU Survei Lokasi Penerjunan di Nangaroro Nagekeo
Mantan anggota DPRD Flotim ini telah meminta pemerintah Desa Sandosi mengimbau kedua suku yang bertikai menahan diri dan suku-suku lainnya jangan terprovokasi.
"Kepada para camat sedaratan Pulau Adonara dan desa-desa lain, saya mengimbau menahan masyarakatnya jika punya niatan membantu suku-suku yang lagi bertikai di Desa Sandosi. Di Adonara secara lamaholot ada namanya "nara" atau sekutu lintas desa dan wilayah," ujarnya.
Ia mengatakan, pemda dan aparat keamanan akan menyelesaikan masalah yang ada. "Kepada masyarakat agar tidak boleh memuat di medsos hal-hal yang provokatif karena dapat peruncing keadaan di sana. Jika ada yang menulis bernada provokatif atau ujaran kebencian, saya minta Kapolres tangkap pihak-pihak yang dengan sengaja provokasi," tegasnya.
Menurut kader Partai Gerindra ini, Pemda Flotim telah meminta pihak kepolisian dan TNI agar mengirim pasukan lebih banyak dan siaga di Desa Sandosi dan sekitarnya sebelum korban dibawa masuk kampung karena dikhawatirkan situasi rusuh bisa terjadi saat itu.
"Kepada seluruh warga Lamaholot Flores Timur mari kita mendoakan agar masalah ini segera diselesaikan dan korban tidak lagi bertambah. Pemerintah juga menyampaikan turut berdukacita atas tragedi kematian saudara-saudara kita di Sandosi dalam konfik tanah ini. Semoga Tuhan menghapus dosa mereka dan menerima arwah mereka di sisi-Nya dan keluarga dikuatkan dalam kedamaian sejati," ucap Agus Boli.
Kapolres Flotim AKBP Deny Abrahams membenarkan enam warga tewas dalam pertikaian yang terjadi di wilayah Desa Sandosi.
"Betul, enam orang warga tewas. Kondisinya sudah aman. Sementara ini mayat mereka sudah dievakuasi ke desa setempat," kata Deny saat dihubungi Kompas.com, Kamis sore.
Menurut Deny, bentrokan terjadi akibat masalah lahan antara dua suku. Lokasi kejadian berjarak sekitar 15 kilometer dari permukiman warga setempat.
Ia mengatakan, pihaknya mempertebal pasukan dengan mendatangkan dari Polres Flotim dua SST, Polres Sikka dan Polres Lembata.
Situasi Kondusif