Opini Pos Kupang

Pariwisata Premium dan "Anarcho-Capitalism"

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang: Pariwisata Premium dan " Anarcho-Capitalism "

Pariwisata Premium dan
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang: Pariwisata Premium dan " Anarcho-Capitalism "

Oleh: Habde Adrianus Dami, Pendiri Institute Kebijakan Publik dan Penganggaran (KUPANG Institute), Alumnus Pascasarjana Studi Pembangunan, UKSW, Salatiga

POS-KUPANG.COM - Suatu ketika Raja Perancis Louis XV bertanya kepada sekelompok pedagang yang datang menghadapnya, "apa yang bisa saya bantu?" Para pedagang serentak menjawab Laissez nous faire, laissez nous passer, Le monde va de lui-meme (biarkan kami bekerja, biarkan kami sendiri, biarkan dunia berjalan dengan sendirinya).

Kaum pedagang dengan tegas menolak uluran tangan sang raja. Satu-satunya bantuan yang mereka inginkan adalah tidak membantu apa-apa. Ruang gerak individu harus bersih dari segala bentuk intervensi, apa pun bentuknya. Laissez nous faire! (Adian, 2002).

Targetkan Meraih WBBM di 2020, PN Oelamasi Kembali Disupervisi

Namun, dalam republik semua orang memiliki hak yang sama. Karena itu, semua hal bisa berubah menjadi urusan bersama. Dalam narasi dan aksentuasi urusan bersama ini, sejumlah warga di Labuan Bajo, melakukan demo.

"Kami menolak pemberlakuan pulau komodo dan perairan sekitarnya sebagai kawasan wisata eksklusif super premium dengan tiket masuk sebesar USD 1000 (setara 14 juta) yang di kelola oleh PT Flobamor dan pihak lainnya".

Karena, penerapan pariwisata premium merupakan bentuk monopoli bisnis yang merugikan masyarakat komodo maupun para pelaku pariwisata di Labuan Bajo. (Pos Kupang, 13/02/2020).

Ini Harapan Johanna Lisapaly Bagi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di NTT

Tak terbesit niat, apalagi upaya pemerintah menciptakan pertengkaran apalagi merugikan masyarakat, dengan ditetapkannya destinasi wisata super premium. Karena, kebijakan pariwisata premium membidik segmentasi pasar turis berkualitas yang tentu bersifat multiplier effect.

Karena itu, lepas dari adu argumen rasional dan alasan logis diantara berbagai aktor, menurut Wishnutama, Menparekraf (2020), sangat optimis dengan destinasi wisata premium TNK, untuk kesejahteraan masyarakat, devisa negara dan untuk menjaga alam.

Bukan Tujuan Tapi Jalan

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved