News

Gelar Rakor Stunting di Sumba Timur, Gubernur NTT Minta Warga Batasi Kelahiran Anak, Ini Tujuannya

"Kasus-kasus kemiskinan dan kekerdilan pada anak pada umumnya terjadi pada keluarga-keluarga miskin di desa-desa dengan jumlah kelahiran yang tinggi."

Penulis: Robert Ropo | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, sedang berdialog dengan pemerintah dan masyarakat Sumba Timur 

Gubernur Viktor mengakui sampai saat ini sebagian masyarakat NTT masih mengalami ketiadaan air bersih, listrik, infrastruktur seperti jalan juga persoalan lainnya.

Untuk air bersih, yang dikomsumsi pun banyak yang mengandung zat kapur. Akibatnya banyak masyarakat menderita gagal ginjal dan harus menjalani perawatan berupa cuci darah.

Gubernur Viktor mengharapkan, persoalan-persoalan ini menjadi persoalan bersama dan harus mampu kita selesaikan

Terkait persoalan air bersih, kata gubernur, tahun 2022 akan masuk air bersih di semua desa, air bersih yang dikomsumsi dengan sehat dan aman langsung dari kran.

"Tahun 2022 saya minta untuk kita masukkan air bersih di seluruh desa. Jadi, dana desa akan menyiapkan mesinnya supaya orang itu minum langsung dari kran, langsung minum," ungkap Gubernur Viktor.

Dikatakan Gubernur Viktor, air bersih yang dikomsumsi langsung dari kran itu bukan hanya clean water tapi juga air yang diminum itupun juga rasa aman. Sehingga diharapkan di tahun 2022 dana desa difokuskan untuk pengadaan air bersih, sebab air bersih ini masalah yang sangat serius.

"Fokus ini dulu tahun 2022, baru yang lain, kemarin itu kita menuju perumahan 1 desa 10 rumah, nanti sepuluh rumah ini di 2022 kita tambah air bersih. Jadi, seluruh desa di NTT akan minum air bersih," ungkap Gubernur Viktor.

Viktor mengatakan, bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dekat laut yang tidak memiliki sumber air, gunakan langsung dari air laut untuk diolah lalu diminum.

"Mestinya sekarang bukan lagi dari luar negeri, di dalam negeri sudah buat, di Surabaya sudah buat. Kalau dari air laut, kita tanpa listrik, tapi mesin itu lengkap dengan listrik dan semuanya hanya Rp 600 juta, murah," tutur Viktor.

Untuk pengadaan mesin pengelolahan air tersebut, Gubernur Viktor berharap anggarannya selain dibiayai dari dana desa/APBDes, juga APBD 1 NTT dan APBD II. "Kita keroyok ramai-ramai dengan APBD Provinsi, APBD kabupaten ditambah dengan APBDes, bisa itu selesai," tandas Gubernur Viktor.

Terkait dengan persoalan listrik, Gubernur Viktor sudah berbicara dengan menteri dan pihak PLN, untuk dipersiapkan dengan serius, karena NTT sangat terbelakang terkait energi.
Dampaknya NTT tidak akan bertumbuh.

"Kita mau berpikir seperti industri-industri tadi, tapi listrik kita tetap mati seperti ini, kita tetap tidak bertumbuh," ungkap Gubernur Viktor.*

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved