Ulat Grayak Makan Jagung Petani
Para petani di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi hama ulat grayak
POS-KUPANG.COM - Para petani di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi hama ulat grayak yang menyerang tanaman jagung di wilayah itu.
Dionisius Suka dan Yeremias Panca, petani di Kecamatan Detukeli, Rabu (26/2) mengatakan, tanaman jagung sudah mulai diserang hama sejak satu minggu terakhir. Hingga saat ini mereka belum memiliki cara mengatasi hama ulat grayak tersebut.
Oleh karena itu mereka berharap pemerintah provinsi dan kabupaten untuk segera mengatasi hama ulat grayak.
• Walaupun Hujan Umat Berjubel Sambut Kedatangan Uskup Sipri di Ruteng
Warga desa kuatir apabila hama grayak tidak segera diatasi maka serangan hama akan semakin meluas menyerang tanaman jagung di Kecamatan Detukeli. Apabila serangan meluas maka para petani terancam gagal panen.
Yohanes Joni, selaku Pemdes di Desa Watunggere mengatakan berdasarkan pantuan pihaknya terlihat banyak tanaman jagung yang diserang ulat grayak.
• Sebelum Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas, Tetangga Dengar Keributan dari Kamar Indekos
Kaur Desa Watunggere, Kecamatan Detukeli, Kornelius Keliganggo mengatakan apabila tidak segera dilakukan upaya pencegahan maka besar kemungkinan tanaman jagung milik warga tencaam gagal panen.
Serangan hama tambah Kornelius terjadi malam hari karena kondisi dingin dan tidak terjadi di siang hari karena cuaca panas.
"Ini harus dilakukan pengendalian secepatnya bila tidak maka dapat dipastikan akan mengalami gagal panen," kata Kornelis.
Kepala Desa Nida, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Berno Nober mengatakan serangan hama grayak sudah terjadi dalam satu pekan terakhir. Serangan terjadi ketika jagung telah memasuki usia satu hingga dua bulan.
"Kalau panas hama ulatnya menghilang namun kalau hujan maka hama akan dating. Dalam satu pekan terakhir di desa kami sering terjadi hujan dalam intensitas tinggi sehingga memungkinkan hama ulat menyerang tanaman warga," kata Berno.
Berno mengatakan serangan hama ulat telah meluas menyerang hampir semua tanamam jagung milik warga di Desa Nida.
Guna menekan seangan hama grayak tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Ende menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan melakukan penyemprotan jagung milik warga.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander, Rabu (26/2) menyebutkan serangan ulat grayak telah menyerang tanaman jagung di 6 kecamatan di Kabupaten Ende.
Pihaknya juga meminta kepada para petugas PPL agar terus melakukan monitor terhadap jagung milik warga. Apabila memang telah terserang hama maka segera memberikan laporan agar dapat diambil tindakan pencegahan.
Begitupun kepada para kepala desa untuk segera memberikan laporan kalau memang tanaman warga terserang hama ulat grayak. Seperti diberitakan sebanyak 326,1 hektar tanaman jagung di Kabupaten Ende yang tersebar di beberapa kecamatan terserang hama ulat grayak. (pius romoaldus)