Hi Moms, Wajib Tahu Akibatnya Bila Anda Mengabaikan Pre Menstruation Syndrome
Fase ini biasanya terjadi kurang lebih satu sampai dua minggu sebelum datangnya menstruasi dan dianggap normal.
Salah satu yang perlu diwaspadai adalah timbulnya gangguan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD).
Apa itu?
PMDD sebenarnya adalah sepupu jahat dari PMS.
Lebih tepatnya, PMDD adalah bentuk PMS yang lebih berat.
Waktu munculnya dan gejala di antara keduanya sama.
Ada kemurungan, rasa lapar yang meningkat, mengidam, kelelahan, kram, dan sakit.
Namun, pada penderita PMDD gejala tersebut menjadi sangat buruk sehingga dapat melumpuhkan kemampuan kita untuk menjalani keseharian secara normal saat menstruasi.
Selain itu, gangguan mood pramenstruasi pun lebih signifikan dan sering kali muncul dengan didukung suasana hati yang mudah terpancing amarah bahkan mungkin menimbulkan depresi.
Misalnya, muncul rasa sensitif yang cenderung membuat kita sedih dan menangis mendalam dan tak berkesudahan, atau marah besar tak beralasan hingga mengganggu hubungan dengan orang terdekat.
“Ketahuilah beberapa gangguan menstruasi ini bisa diikuti gejala-gejala yang kemungkinan dapat mengganggu quality of life dari seorang perempuan,” jelas dr. Kanadi.
Jika sudah begini, mesti bagaimana?
Menurut dr. Kanadi, jika memang sangat dibutuhkan, maka jasa psikiater untuk memberikan terapi mental bisa digunakan agar pasien mampu mengendalikan dorongan emosionalitas yang berlebihan ini.
Salah satu upaya atau terapi pada kasus PMS berat ini adalah dengan memberikan obat-obatan yang dapat menekan fluktuasi hormon yang terjadi saat menstruasi.
Artinya, ada kemungkinan perempuan menjadi kurang subur.
• Herman Man : Pejabat yang Pernah Diaudit BPK Perlu Membuat Perjanjian Kinerja
• Ditabrak Pria Mabuk Miras, Dua Perempuan di Kupang Luka Berat
• Hi Guys, Wajib Tahu ! Pemicu yang Bikin Anda Doyan Ngemil di Malam Hari
• 6 Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Bila Mengabaikan Sarapan Pagi, No 6 Bikin Gagal Diet
Tapi ingat, konsultasikan dulu pada ahlinya, ya.
Maka itu, dr. Kanadi menegaskan agar jangan sampai menyepelekan setiap gejala PMS yang kita rasakan.
“Gangguan menstruasi apa pun itu, punya potensi untuk mengganggu kesuburan. Nah, oleh karena itu jangan sampai kita biarkan sehingga konsekuensinya harus melakukan terapi kesuburan. Toh, bisa dari awal kita intervensi,” pungkas dr. Kanadi.(*)