Orangtua Pasien, Yohanes Ate Akui Pelayanan Petugas Medis di RSUD Atambua Bagus

Orangtua pasien, Yohanes Ate akui pelayanan petugas medis di RSUD Atambua bagus

Orangtua Pasien, Yohanes Ate Akui Pelayanan Petugas Medis di RSUD Atambua Bagus
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Pasien anak penderita DBD saat dirawat di RSUD Atambua, Kamis (27/2/2020). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Orangtua pasien, Yohanes Ate akui pelayanan petugas medis di RSUD Atambua bagus. Perhatian dan pelayanan petugas medis di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD dalam menangani pasien DBD dinilai bagus. Pasien mendapat pelayanan kesehatan yang baik dan dinilai memuaskan.

Hal ini diakui orangtua pasien DBD Yohanes Ate, saat ditemui POS-KUPANG.COM, Kamis (27/2/2020). Menurut Yohanes, anaknya terserang DBD dua hari lalu dan masuk ke rumah sakit, Rabu (26/2/2020) malam.

Antisipasi Bencana Kekeringan Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Sumba Timur

Saat masuk rumah sakit, pasien diperiksa oleh dokter dan masuk ke ruang/bangsal anak untuk dirawat. Sejak tadi malam, kata Yohanes, penanganan terhadap anaknya sangat baik, walaupun mereka menempati di bagian ruang terbuka persis di depan meja petugas piket dalam ruang Dahlia karena kamar sudah penuh.

Yohanes mengaku, sejauh yang dia amati pelayanan petugas terhadap anaknya cukup baik.

"Pelayanan baik. Mereka kontrol terus pasien. Ini mereka lagi cek-cek", kata warga Raimetan itu.

Tak Bisa Hafal Uang Diambil, Ibu RT Selewengkan Dana Desa di Sikka Pasrah Jalani Proses Hukum

Hal senada disampaikan Kristina Abu. Katanya mereka masuk rumah sakit tadi malam karena anaknya DBD. Gejala awal, anaknya muntah-muntah dan panas sehingga mereka membawa anaknya ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, pasien dilayani dengan baik. Selain itu, petugas medis selalu berkomunikasi dengan orangtua soal kondisi pasien.

Kristina mengaku, mereka adalah peserta BPJS mandiri dan sejauh ini belum mengalami kendala berarti. Meski mendapat tempat perawat di luar kamar, Kristina tidak mempersoalkan karena memang tempat tidur ful. Ia mendoakan agar anaknya dirawat secara baik agar lekas sembuh.

Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Atambua, dr. Batsheba Elena Coputty, MARS melalui Kabid Pelayanan Sipri Mali mengatakan, pelayanan pasien DBD tetap menjadi perhatian manajemen RSUD Atambua karena kasus DBD masih terjadi sampai saat ini yang ditandai dengan adanya pasien yang masih dirawat di rumah sakit.

Terkait persedian bed dalam kamar di Ruang Anak sudah penuh, Sipri mengatakan, petugas selalu mengecek. Bila ada pasien yang sembuh dan sudah keluar bisa diisi oleh pasien yang baru masuk. Sebelum ditempatkan, bednya dibersihkan. Tetapi jika semua bed dalam kamar penuh maka bisa menggunakan ekstra bed yang telah tersedia.

"Tapi kalau memang semua bed full. Kita sudah antisipasi. Kita ada ekstra bed yang siap dipakai. Itu alternatif pertama, alternatif kedua, ada ruangan-ruangan lain selain ruangan isolasi yang bisa ditempatkan pasien. Jadi semua pasien pasti ditangani", ujar Sipri.

Sipri mengatakan, saat ini jumlah pasien anak yang DBD sebanyak 10 pasien. Kondisi pasien rata-rata baik. Mengenai kasus kematian pasien DBD baru terjadi satu kasus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved