Tak Bisa Hafal Uang Diambil, Ibu RT Selewengkan Dana Desa di Sikka Pasrah Jalani Proses Hukum

Ibu dua anak ini mengaku tidak hafal seberapa kali ia mencopot dana Desa Kowe untuk belanja kebutuhan rumah tangga.

Tak Bisa Hafal  Uang Diambil, Ibu RT Selewengkan Dana  Desa di Sikka  Pasrah Jalani Proses Hukum
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Tersangka dugaan korupsi ADD Kowe, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Maria Goreti Lili Suryani Nona Ros alias Nona Ros, Kamis (27/2/2020) turun mobil tahanan Kejari Maumere dibawa ke Rutan Kelas II B diantar Kasi Pidsus, Jermias Pena, S.H. 

Tak Bisa Hafal  Uang Diambil,  Ibu RT Selewengkan  Dana  Desa  Di  Sikka  Pasrah Jalani Proses  Hukum   

POS-KUPANG.COM| MAUMERE---Ibarat  nasi  sudah menjadi  menjadi  bubur. Pepatah  ini  mungkin cocok    melukiskan  nasib   mantan  bendahara  dana Desa Kowe, Kecamatan  Mego, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores, Maria  Goreti Lili  Suryani  Nona Ros  alias   Nona Ros (42).

Warga   Kota  Maumere  ini  ditengarai    menyewelengkan  dana  desa  tahun   anggaran   2016 sampai  2017 senilai   Rp 588.368.455  yang bersumber  dari    APBN.

Dalam dua tahun  berturut,  Nona  Ros mengaku selalu mengambil  uang desa setiap kali hendak   belanja kebutuhan  rumah tangganya.  Meski  jumlah  uang yang diambil sangat besar,   ia  pun mengaku tak satupun  aset  yang  bisa dibeli  dari dana haram  itu.

“Setiap kali saya ambil minimal Rp 200  ribu  sampai Rp 1.000.000  untuk belanja  rumah tangga. Semula  saya  berpikir  nanti ditutup dari  honor saya  (bendahara  desa)  ternyata  tidak bisa.  Saya  tidak pernah kembalikan sama sekali,” ujar Nona  Ros,  kepada  pos-kupang.com, Kamis siang di Kejaksaan Negeri  Maumere, Pulau  Flores sebelum dbawah  ke  Rutan  Kelas II  B Maumere.

Ibu dua  anak  ini  mengaku tidak  hafal  seberapa kali ia mencopot  dana  Desa Kowe  untuk belanja kebutuhan rumah tangga. Ia akhirnya   pasrah  menerima  resiko proses  hukum  penjara.

Seperti  diberitakan,  ibu  rumah tanggal di  Kabupaten Sikka,  Pulau Flores, Nona  Ros  diduga  selewengkan dana  desa    Rp 588.368.455  yang bersumber  dari    APBN  tahun  2016 dan  2017.

“Penyidikan  kasus dugaan  korupsi ini  dilakukan  oleh  Tipikor  Polres   Sikka.  Hari  ini dilakukan  tahap dua  penyerahan  tersangka dan  barang bukti dari  Polres  Sikka kepada  penuntut umum,:” kata Kepala Seksi  Pidana  Khusus  (Pidsus)  Kejaksaan  Negri  Maumere,   Jermias Penna, S.H,dan  Kepala  Seksi  Intelijen,  Cornelis S.Oematan, mewakili  Kepala  Kejaksaan Negeri Maumere,  Azman  Tanjung, S.H, Kamis (27/2/2020)  siang.

Bupati Niga Dapawole, Sumba Daerah Emas Wisata Mendatang

Diancam Kantor Desa Akan Disegel, Kades Tubmonas: Kita Laporkan Ke Polisi

Aleks Ofong : Kehadiran Julie Sutrisno di DPR RI Bisa Dukung NTT Bangkit Menuju Sejahtera

Jermias mengakui  nilia kerugian negara disalahgunakan  oleh ibu rumah tangga  tersebut  sangat besar dibanding  beberapa  kasus  dugaan  korupsi   ADD yang ditangani sebelumnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius  Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved