Dua Bulan Kasus DBD Serang Belu Terjadi 136 Kasus Satu Orang Meninggal Dunia

Dua bulan kasus DBD serang Kabupaten Belu terjadi 136 kasus satu orang meninggal dunia

Dua Bulan Kasus DBD Serang Belu Terjadi 136 Kasus Satu Orang Meninggal Dunia
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr.Joice Manek 

Dua bulan kasus DBD serang Kabupaten Belu terjadi 136 kasus satu orang meninggal dunia

POS KUPANG.COM | ATAMBUA - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menunjukan, jumlah kasus Deman Berdarah Dengue ( DBD) di Kabupaten Belu sejak Januari hingga Februari 2020 sebanyak 136 kasus.

Dalam sepekan terakhir, terjadi 19 kasus DBD yang rata-rata adalah pasien anak usia di bawah 19 tahun sedangkan enam pasien lainnya adalah dewasa. Dari 136 kasus DBD baru satu pasien meninggal dunia.

Kesaksian Mantan Kades Oelpuah Mengenai Hubungan Damianus Puay dan Pelaku Pembunuhan

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr.Joice Manek kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (27/2/2020).

Dokter Joice mengatakan, Kabupaten Belu berstatus endemis DBD tinggi dilihat dari kriteria-kriteria sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 1501 tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.

Rumah Ayahanda Najwa Shihab, Quraish Shihab, Mantan Menteri Agama di Cilandak Dibobol Maling

Dikatakan status edemis tinggi karena perbandingan jumlah kasus selama tiga tahun terakhir meningkat. Sesuai data Dinkes, tahun 2018 terjadi 110 kasus dan satu pasien meninggal dunia. Tahun 2019, kasus DBD naik menjadi 115 namun tidak ada meninggal dunia. Di tahun 2020 selama dua bulan sudah terdapat 136 kasus DBD dan satu pasien meninggal dunia.

Terkait status DBD endemis tinggi, Dokter Joice mengatakan, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mulai dari penanganan promotif, preventif dan kuratif.

Pemerintah meminta kerja sama dari seluruh masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan DBD dengan pola 3M plus, yakni Menguras, Menutup dan Mengubur. Menguras tempat yang dijadikan penampungan air seperti baik air. Menutup tempat penampungan air seperti drum. Menguburkan kaleng-kaleng bekas dan wadah lain yang dapat menampung air yang berpotensi menjadi sarang dan berkembangnya jentik nyamuk.

Sedangkan pencegahan pola plus-plus seperti menggunakan obat anti nyamuk dan menggunaka kelambu saat tidur.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan fogging di beberapa tempat. Namun, kata Joice, fogging hanya efektif mematikan nyamuk besar dan tidak membunuh bibit nyamuk sehingga masyarakat tetap diminta untuk menerapkan pola 3M plus.

"Saya juga sudah sampaikan ke seluruh Puskesmas untuk melakukan siaran keliling dan sosialisasi pencegahan dengan menerapkan pola hidup 3M plus", jelas dokter Joice.

Selain melalui puskesmas, Dinkes Belu juga sudah bersurat melalui Bupati Belu untuk mengeluarkan edaran kepada seluruh camat, kepala desa dan lurah se Kabupaten Belu untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait pencegahan DBD dengan menerapkan pola hidup 3M plus. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved