Demam Babi Afrika Ancam 71 Ribu Populasi Babi di Sikka, Kerugian Rp 177,5 Miliar

Demam babi Afrika ancam 71 ribu populasi babi di Kabupaten Sikka, kerugian Rp 177,5 miliar

Demam Babi Afrika Ancam 71 Ribu Populasi Babi di Sikka, Kerugian Rp 177,5 Miliar
ISTIMEWA/Facebook Imelda Sau
Ternak babi milik Imelda Sau yang mati secara tiba-tiba. 

Demam babi Afrika ancam 71 ribu populasi babi di Kabupaten Sikka, kerugian Rp 177,5 miliar

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Bersiap-siaplah peternak babi di Kabupaten Sikka dan Pulau Flores umumnya. Virus demam babi Afrika atau African Swine Fever ( ASF) sudah ada di depan mata setelah kematian massal babi terindikasi positif ASF di Pulau Timor dan Kota Kupang.

Bila ternak babi telah terjangkit virus ASF, ancaman kesakitan dan kematian mencapai 100 persen. Saat ini di Sikka terdapat sekitar 71 ribu populasi babi. Bila setiap ekor ditaksasi Rp 2,5 juta maka perkiraan kerugian mencapai Rp 177,5 Miliar.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang Prihatin Tingginya Intensitas Kasus Pembunuhan

"Ini ancaman paling serius dan paling nyata bagi kita di Sikka dan Flores umumnya. Kalau di satu daerah terkena, pasti menular kemana-mana. Cepat atau lambat virus ini akan masuk juga di Sikka," wanti-wanti Kepala Dinas Pertanian Sikka, Ir.Mauritz da Cunha, dalam pembukaan workshop kesiapsiagaan menghadapi ancaman ASF di Aula Dinas Pertanian, Kamis (27/2/2020) siang.

Ia mengingatkan lalu lintas dan transportasi yang terbuka antar wilayah, maka masuknya virus ini sangat besar melalui ternak yang dibawa masuk atau olahan dari bahan baku daging babi.

Penyidik Polsek Kupang Tengah Jerat Pembunuh Damianus Puay dengan Pasal 338 dan 351 KUHP

Mauritz mengajak peran serta semua elemen masyarakat melakukan antipasi. Sehingga kendatipun virus ASF yang belum ditemukan vaksinnya masuk ke Sikka, sudah ada persiapannya.

"Bulan September 2019 ditemukan kasus positif di Negara Timor Leste. Saat itu kita langsung lakukan seminar membicarakan demam ASF. Hari-hari ini sudah ditemukan kematian massal babi di Kupang. Hasil pemeriksaan sampel laboratorium di Medan menyatakan positif ASF," tandas Mauritz.

Dampak kasus demam babi Afrika, kata Mauritz, sangat buruk dengan angka kesakitan dan kematian 100 persen. Padahal ternak babi punya nilai ekonomis dan sosial sangat tinggi bagi warga masyarakat.

"Jangan sampai 100 persen populasi ternak babi kita hilang. Perlu kesadaran dan tindakan bersama mengatasinya," ajak Mauritz.

Workshop menghadirkan nara sumber Kadis Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka, Drh.Maria Margaretha, dan Joel dari Prisma, semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan babi. Seluruh ruang terisi penuh 103 peserta yang didominasi para perternak.

Manurut Mauritz, apabila salah satu daerah di Flores terjangkit virus ASF, cepat atau lambat seluruh Flores akan terjangkit virus ASF. Ia mengusulkan dilakukan pertemuan lintas kabupaten di Flores mengantisipasi masuknya demam ASF. (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved