Bupati Gidion Audiens Dengan Menteri KKP RI Edhy Prabowo

Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si melakukan audiens dengan Menteri Kelautan dan Periakan (KKP) RI Edhy Prabowo

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Menteri KKP RI, Edhy Prabowo bersama tiga Dirjen KKP foto bersama Bupati Gidion Mbilijora dan kepala DKP Sumba Timur Markus K. Windi 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si melakukan audiens dengan Menteri Kelautan dan Periakan (KKP) RI Edhy Prabowo. Audiens itu berlangsung di Ruang Rapat Menteri lantai 16 Gedung Mina Bahari IV Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Bupati Gidion didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumba Timur, Markus K. Windi, S.Pi dalam audiens itu memaparkan tentang potensi pengembangan sektor kelautan dan perikanan kabupaten Sumba Timur.

Bappeda TTU Tak Ada Praktik SPPD Fiktif

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (21/2/2020) dalam memaparkan materi tersebut Gidion menjelaskan, Sumba Timur di sektor kelautan dan perikanan mempunyai empat potensi besar. Empat potensi besar itu yakni pertama potensi perikanan tangkap dimana memilji potensi lestari SDI sebanyak 66.200 ton/pertahun dan tangkapan yang diperbolehkan (TAC) sebesar 52.300 ton/pertahun dengan produksi tahun 2019 sebanyak 9.202 ton. Kedua, potensi perikanan budidaya rumput laut dengan luas lahan 15.069,4 hektar dimana long line 9.210 hektar dan lepas dasar 5.859 hektar.

Selain itu ketiga, potensi perikanan budidaya air tawar dengan luas lahan potensial seluas 448 hektar. Dan keempat potensi garam dengan luas lahan potensial seluas 1.111 hektar.

Malelak Pastikan Anggota DPRD Kupang Tidak Lakukan Praktek SPPD Fiktif

Gidion juga mengatakan, dampak kebijakan perikanan budidaya rumput laut yakni adanya pertumbuhan ekonomi, insvestasi, industri usaha micro kecil dan menengah, adanya lapangan pekerjaan baru, peningkatan kesejahteraan pembudidayaan dan pemningkatan produksi ATC Chips. Begitu juga dengan dampak kebijakan perikanan tangkap dimana ditambah dengan harga ikan juga lebih murah dan adanya peningkatan komsumsi ikan perkapita.

Gidion juga dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kondisi iklim dan curah hujan rendah di wilayah Sumba Timur membuat banyak petani beralih ke usaha budidaya rumput laut. Usaha rumput laut sangat mudah hanya butuh waktu 45 hari sudah bisa panen sehingga saat ini banyak petani dari gunung turun ke laut untuk membudidayakan rumput laut.

Menteri KKP RI Edhy Prabowo didampingi tiga Dirjen yakni Dirjen Perikanan Tangkap, Dirjen Perikan Budidaya dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan perikanan, usai mendengarkan presentasi itu, mengapresi Pemda Sumba Timur dalam membangun kelautan dan perikanan.

Edhy juga mengatakan, Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora sangat proaktif dan berinisiatif membangun dengan anggaran yang besar. Pemda sudah berinisiatif maka lebih mudah untuk Pemerintah Pusat mendukungnya, bupati seperti itu perlu didukung karena sudah memiliki komitmen.

Edhy juga tertarik dengan Sumba Timur yang potensinya banyak selain potensi perikanan dan juga banyak potensi wisata bahari. Ia berjanji akan datang ke Sumba Timur nanti.

Lebih lanjut Edhy mengatakan, NTT mempunyai potensi yang sangat besar untuk dibangun di laut dan harus fokus dilaut. NTT harus dibangun pusat budidaya mandiri yang terintegrasi dari laut ke darat dengan demikian maka NTT akan cepat maju.

Menurut Edhy, harus merubah pola pikir masyarakat NTT agar tidak berfokus di darat tapi di lautlah yang menjanjikan akan kemajuan dan perekonomian. Edhy juga mengingatkan kepada para Dirjen untuk tidak ragu-ragu memberikan bantuan dan segera membangun NTT dan lebih khusus di Sumba Timur untuk segera membangun pangkalan pendaratan ikan (PPI) sebagai pusat pertimbuhan baru di Sumba Timur. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved