Siswi SMA Dinodai Pacar di Ende

Menodai Pacar Siswi SMA Pemuda Pengangguran di Ende Dijerat UU Perlindungan Anak

Akibat menodai pacar Siswi SMA pemuda pengangguran di Kota Ende dijerat UU Perlindungan Anak

Menodai Pacar Siswi SMA Pemuda Pengangguran di Ende Dijerat UU Perlindungan Anak
ISTIMEWA
Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius, S.H, SIK 

Akibat menodai pacar Siswi SMA pemuda pengangguran di Kota Ende dijerat UU Perlindungan Anak

POS-KUPANG.COM | ENDE - M A (21) seorang pemuda pengangguran yang menodai pacarnya, M (16) seorang Siswi SMA di Kota Ende disangka melanggar UU Perlindungan Anak.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius mengatakan hal itu melalui Kanit PPA Sat Reskrim Polres Ended, Aiptu Pua mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (18/2) di Ende.

Melarikan Diri Setelah Menodai Pacar, Pemuda Pengangguran di Ende Jadi Buronan Polisi

Tersangka MA disangka melanggar pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI No 17 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang Jo pasal 76 e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Atas perbuatannya tersangka diancam dengan hukuman penjara paling tinggi 15 tahun dan paling rendah 5 tahun.

BREAKING NEWS: Setelah Dua Kali Nodai Siswi SMA, Pemuda Pengangguran di Ende Melarikan Diri

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi menyebutkan bahwa tidak ada unsur kekerasan kepada korban. Namun karena korban masih dibawah umur dan juga masih bersekolah maka pelaku tetap menjalani proses hukum.

"Pelakunya masih dicari karena yang bersangkutan telah kabur sebelum menjalani proses hokum," kata Aiptu Pua.

Untuk diketahui, M A (21) seorang pemuda pengangguran di Kota Ende jadi buronan polisi dan pihak keluarga pacarnya karena yang bersangkutan kabur seusai menodai pacarnya, M, (16) seorang pelajar di salah satu SMA di Kota Ende.

MA (21) kini menjadi buronan polisi dan pihak keluarga pacarnya karena yang bersangkutan melarikan diri seusai menodai pacarnya, M, (16) seorang pelajar di salah satu SMA di Kota Ende.

Aiptu Pua mengatakan bahwa kasus asusila dengan melibat korban dibawah umur telah terjadi di tahun 2019 lalu namun baru dilaporkan ke polisi pada 29 Januari 2020.

Dikatakan berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak kepolisian menyebutkan bahwa antara pelaku, MA dan korban M berstatus pacaran.

Namun dalam pacaran mereka tidak menjalani pacaran yang sehat atau baik namun terjerumus dalam perbuatan yang semestinya belum layak dilakukan oleh mereka yang belum menikah.

Hubungan kedua insan berlainan jenis ini didengar oleh orangtua korban yang lantas mencari keduanya karena korban diketahui kabur dari rumah mengikuti pelaku. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved