Siswi SMA Dinodai Pacar di Ende

Melarikan Diri Setelah Menodai Pacar, Pemuda Pengangguran di Ende Jadi Buronan Polisi

Karena melarikan diri setelah menodai pacar, pemuda pengangguran di Kota Ende jadi Buronan Polisi

Melarikan Diri Setelah Menodai Pacar, Pemuda Pengangguran di Ende Jadi Buronan Polisi
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius 

Karena melarikan diri setelah menodai pacar, pemuda pengangguran di Kota Ende jadi Buronan Polisi

POS-KUPANG.COM | ENDE - MA (21) seorang pemuda pengangguran di Kota Ende jadi buronan polisi dan pihak keluarga pacarnya karena yang bersangkutan melarikan diri seusai menodai pacarnya, M, (16) seorang pelajar di salah satu SMA di Kota Ende.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius yang dikonfirmasi melalui Kanit PPA Polres Ende,Aiptu Pua mengatakan hal itu kepada POS- KUPANG.COM, Selasa (18/2) di Ende.

BREAKING NEWS: Setelah Dua Kali Nodai Siswi SMA, Pemuda Pengangguran di Ende Melarikan Diri

Aiptu Pua mengatakan bahwa kasus asusila dengan melibat korban dibawah umur telah terjadi di tahun 2019 lalu namun baru dilaporkan ke polisi pada 29 Januari 2020.

Dikatakan berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak kepolisian menyebutkan bahwa antara pelaku, M A dan korban M berstatus pacaran.

Namun dalam pacaran mereka tidak menjalani pacaran yang sehat atau baik namun terjerumus dalam perbuatan yang semestinya belum layak dilakukan oleh mereka yang belum menikah.

Cristoforus: Belum Ada Sosialisasi Resmi 50 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru Honorer

Hubungan kedua insan berlainan jenis ini didengar oleh orangtua korban yang lantas mencari keduanya karena korban diketahui kabur dari rumah mengikuti pelaku.

Saat dicari ke rumah pelaku orangtua hanya menemukan korban sedangkan pelaku kabur.

"Orangtua korban yang tidak terima atas perlakuan pelaku kepada anaknya lalu melaporkan kejadian kepada polisi," jelas Aiptu Pua.

Sebelumnya diberitakan, MA (21) seorang pemuda pengangguran di Kota Ende diketahui telah menodai pacarnya (16) seorang siswi SMA sebanyak dua kali di tahun 2019.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius mengatakan hal itu melalui Kanit PPA Reskrim Polres Ende, Aiptu Pua kepada POS- KUPANG.COM, Selasa (18/2/2020) di Ende.

Dikatakan berdasarkan informasi yang dikumpulkan penyidik kepolisian menyebutkan bahwa pelaku MA diketahui menodai pacarnya sebanyak dua kali masing-masing pada bulan Oktober dan Desember 2019 di tempat yang berbeda.

"Korban dan pelaku berstatus pacaran sehingga pelaku mengiming-imingi korban bahwa akan bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan kepada korban," ujar Aiptu Pua.

Dikatakan meskipun perbuatan pelaku kepada korban bukan dengan cara-cara kekerasan namun karena korban masih dibawah umur maka pelaku tetap menjalani proses hukum.

"Saat ini kasusnya sedang dalam proses lidik karena pelakunya kabur," kata Aiptu Pua. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved