12 Siswa Sumba Timur Dipilih Ikut Festival Bunga dan Buah di Ekuador

Sebanyak 12 siswa Sumba Timur dipilih ikut Festival Bunga dan Buah di Ekuador

12 Siswa Sumba Timur Dipilih Ikut Festival Bunga dan Buah di Ekuador
ISTIMEWA
Para penari sedang foto bersama penata tari pendamping Stefanie Hamapati, S.Pd 

Sebanyak 12 siswa Sumba Timur dipilih ikut Festival Bunga dan Buah di Ekuador

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 12 siswa berasal dari Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengikuti festival kegiatan promosi Budaya Nusantara pada acara Festival Cerita Rakyat Internasional Buah dan Bunga di Ambato, Ekuador pada pertengahan Frebuari 2020 ini.

Ke-12 siswa penari putri itu yang merupakan pelajar dari sejumlah sekolah SMP dan SMA di Kota Waingapu dan Kambera ini dipilih sendiri oleh istri gubernur NTT Julie Laiskodat.

Semangat Kostratani BBPP Kupang Tingkatkan Kompetensi Pengelola Perpustakaan Millenial

Para siswa yang dipilih ini sejauh ini mendapat bimbimbingan pelatihan dari penata tari Stefanie Hamapati, S.Pd dari sanggar tari Ori Angu Lambanapu, Sumba Timur.

Ketua Sanggar Tari Ori Angu, Yuli Emu Lindijawa (69) ketika ditemui POS-KUPANG.COM di kediamanya di Lambanapu, Selasa (18/2/2020) mengatakan para siswa yang dipilih dan dibawa oleh Julie Laiskodat itu kurang lebih satu bulan lamanya dilatih oleh Sanggar Tari Ori Angu sejak tanggal 5 Januari 2020.

Kisah Warga Kotakeo Cari Signal Hingga ke Boawae

Dari 12 siswa yang dipilih itu, sebagian merupakan anggota sanggar tari Ori Angu dan sebagianya bukan anggota, namun karen ketekunan berlatih dan ditata baik oleh pihak Sanggar Tari Ori Angu akhirnya mereka semuanya sudah sangat percaya diri untu tampil.

Yuli mengatakan, terpilihnya para siswa dari Sumba Timur ini awalnya saat tarian kolosal pada Sidang Raya dan HUT NTT pada tahun 2019 lalu, saat itu Ketua TP PKK NTT Ny. Julie Laiskodat sendiri menyampaikan akan dipilih peserta yang bagus untuk mengikuti festival tersebut.

"Dari situ anak-anak sudah mulai senang, saya juga senang tapi belum yakin betul, tapi ketika tanggal 5 Januari itu dipilihnya mereka ini saya mulai bangga. Jadi awalnya dikirim 22 orang siswa tetapi dipilih langsung oleh Ibu Julie hanya 12 orang siswa,"jelas Yuli.

Selama pelatihan itu para siswa sangat rajin dan setiap hari selalu mereka dilatih. Begitu juga orang tua para siswa sangat mendukung.

"kami ini latihan hampir setiap hari selama 1 bulan lebih ini, anak-anak cukup rajin dan orang tua mereka sangat dukung ya mungkin karena tampil di luar Negeri. Jadi anak-anak sudah sangat siap untuk pentas di acara festival itu,"ungkap Yuli.

Halaman
123
Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved