Kisah Warga Kotakeo Cari Signal Hingga ke Boawae
Sebagian wilayah Kecamatan Nangaroro dan Keotengah di Kabupaten Nagekeo belum mendapatkan akses jaringan telekomunikasi
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sebagian wilayah Kecamatan Nangaroro dan Keotengah di Kabupaten Nagekeo belum mendapatkan akses jaringan telekomunikasi.
Sejumlah masyarakat di dua wilayah tersebut mengharapkan perhatian Pemda Nagekeo untuk membantu menghadirkan jaringan telepon di wilayah tersebut.
Warga Desa Kotakeo, Emanuel Djawa, mengaku sejak lama tidak bisa akses jaringan telekomunikasi.
• Selama 2 Hari Operasi Bibir Sumbing Gratis Berlangsung di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng
"Kami di sini tidak ada jaringan telepon. Jangankan jaringan internet, jaringan telepon biasa saja tidak ada," ujar Emanuel Selasa(18/2/2020).
Emanuel mengatakan keadaan tersebut sangat menyulitkan warga untuk berkomunikasi atau memperoleh informasi.
"Kalau butuh untuk menerima telpon atau mengirim SMS, kami harus ke kecamatan lain yaitu ke Desa Raja di Kecamatan Boawae," ujar Emanuel.
• DPRD Manggarai Timur Dukung Penyelesaian Batas Wilayah Manggarai Timur dan Ngada
Emanuel melanjutkan bahwa hal tersebut telah berlangsung sejak dahulu. Di wilayah lain sudah ada signal, tapi kami belum ada sejak dulu.
"Kami selalu sampaikan di Musrenbangdes atau kepada anggota DPRD waktu mereka reses atau kampanye tetapi belum berhasil," ujar dia.
Sementara itu, Camat Keo Tengah, Hildegard Mutha Kasi, menyebutkan terdapat 7 desa dalam wilayahnya yang merupakan blind spot atau wilayah tanpa jaringan telepon.
"Di Kecamatan Keo Tengah terdapat 7 desa yang belum memiliki jaringan telepon. Desa-desa tersebut antara lain Desa Ladolima,Ladolima Timur, Ladolima Utara, Ngera, Lewangera, Wajo dan Kotadirumali," sebut Hildegard. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)