Warga Besipae TTS Tolak Penggusuran
Tolak Penertiban, Warga Besipae TTU Ajak Satpol PP Sumpah Makan Tanah
Warga Besipae TTS tolak penggusuran, tolak penertiban, warga Besipae ajak Satpol PP sumpah makan ranah
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Warga Besipae TTS tolak penggusuran, tolak penertiban, warga Besipae ajak Satpol PP sumpah makan ranah
POS-KUPANG.COM | SOE - Dua tokoh masyarakat Besipae, Imanuel Tampani dan Niko Manao menantang anggota Satpol PP Propinsi NTT dan Sony Libing, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Propinsi NTT untuk melakukan sumpah makan tanah.
Jika tanah Besipae merupakan milik Pemprov NTT, maka tidak akan terjadi apa-apa dengan anggota Satpol PP dan Sony Libing pasca melakukan penertiban.
• Proses Penertiban Mes UPT Besipae Diwarnai Aksi Bugil Warga
Tetapi jika tanah tersebut merupakan tanah warga Besipae, maka anggota Satpol PP dan Sony Libing tidak akan pulang dengan selamat sampai ke rumah.
" Kalau berani kita sumpah makan tanah. Kalau ini memang tanah Pemda maka tanah akan makan kami. Tetapi kalau ini bukan tanah Pemprov NTT maka tanah akan makan bapa semua yang hari ini datang lakukan penertiban," ujar keduanya sambil mengambil tanah dan memasukan kedalam mulut masing-masing.
• Pemkab Belu Hibahkan Dana Pengamanan Pilkada kepada Polres Belu Senilai Rp 4,2 M
Tantangan dari Tampani dan Manao tak digubris oleh satpol PP yang terus melakukan penertiban. Sony Libing pun nampak tak menghiraukan tantangan tersebut.
Sony yang dikawal ketat enam orang anggota Brimob bersenjata lengkap nampak santai menanggapi tantangan tersebut.
Melihat tantangannya tak digubris, Tampani dan Manao Semakin menjadi. Keduanya dengan suara tegas mengatakan, siap melawan hingga mati. Bahkan, duanya mencoba memprovokasi anggota kepolisian dengan meminta untuk ditampar, namun tak digubris.
Keduanya memastikan warga Besipae akan tetap mendiami kawasan Besipae. Warga kompak tidak akan keluar dari kawasan Besipae yang disebut sebagai tanah mereka walau tak mampu menunjukkan sertifikat hak milik.
" Ini tanah ulat yang diberikan kepada Pemprov NTT waktu tahun 1982 untuk kerja sama dengan Australia guna pengembangan ternak. Namun setelah program itu selesai, warga menolak untuk diperpanjang sertifikatnya. Namun tiba-tiba pemerintah propinsi sudah pegang sertifikat hak pakai atas tanah tersebut. Itu bagaimana bisa? Padahal kami sudah menolak diperpanjang. Oleh sebab itu, kami tidak akan keluar dari Besipae," tegas keduanya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, walaupun mendapatkan perlawanan dari warga, khususnya kaum ibu, Penertiban mes UPT Besipae tetap ditertibkan.
Dikawal anggota TNI-POLRI proses penertiban yang dilakukan anggota Satpol PP Propinsi NTT yang dipimpin langsung Kasat Satpol PP Propinsi NTT, Cornelis tetap berjalan.
Barang-barang dari empat Keluarga yang mendiami mes UPT Besipae dikeluarkan secara paksa oleh anggota Satpol PP. Usai dikeluarkan, barang-barang tersebut lalu diangkut dengan mobil satpol PP lalu ditaruh di pinggir jalan umum. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)
* Soal Warga Besipae TTS tolak penggusuran, Bupati TTS: saya curiga ada aktor intelektual terkait masalah lahan Besipae
Bupati TTS Egusem Piether Tahun menduga ada aktor intelektual dibalik perlawanan warga Besipae terhadap Pemprov NTT terkait masalah lahan Besipae.