Warga Besipae TTS Tolak Penggusuran

Proses Penertiban Mes UPT Besipae Diwarnai Aksi Bugil Warga

Warga Besipae TTS tolak penggusuran, proses penertiban mes UPT Besipae diwarnai aksi bugil warga

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Seorang ibu bertelanjang dada menaiki pagar berusaha menahan anggota Satpol PP dan anggota kepolisian untuk masuk ke dalam kawasan mes UPT Besipae 

Warga Besipae TTS tolak penggusuran, proses penertiban mes UPT Besipae diwarnai aksi bugil warga

POS-KUPANG.COM | SOE - Selain diwarnai dengan tariakan dan tangis histeris dari warga Besipae, prosens Penertiban Mes UPT Besipae juga diwarnai aksi bugil (bertelanjang dada) dari kaum ibu-ibu guna mencegah anggota satpol PP masuk ke dalam kawasan mes UPT Besipae.

Beberapa ibu-ibu nampak nekat membuka bajunya hingga terlihat payudaranya demi menahan anggota satpol PP. Namun aksi tersebut, langsung sigap diamankan para Polwan yang ikut menjalankan proses penertiban.

Pemkab Belu Hibahkan Dana Pengamanan Pilkada kepada Polres Belu Senilai Rp 4,2 M

Para Polwan langsung menarik ibu-ibu yang bertelanjang dada guna diamankan sementara.
Anak-anak yang terus menangis histeris pun langsung sigap ditenangkan anggota Polwan. Beberapa ibu-ibu bahkan pingsan karena kelelahan terus berteriak dan menangis.

Ibu-ibu yang pingsan langsung digotong polwan dan diberikan pertolongan. Begitu pula dengan anak-anak yang terus menangis histeris. Dengan sabar, anggota Polwan nampak menenangkan dan memberikan air minum kepada anak-anak.

NasDem NTT Sudah Tetap Balon di Tujuh Kabupaten, Dua Daerah Dalam Proses Konsolidasi

Damaris Tefa (48) bahkan sampai pingsan hingga dua kali demi mencegah proses penertiban. Namun usahanya gagal. Dirinya dengan lantang terus berteriak menolak proses penertiban tersebut. Dirinya menyebut jika tanah tersebut adalah tanah masyarakat.

Ia mempersiapkan Pemprov untuk mengambil gedung mes UPT, namun tidak boleh mengambil tanah Besipae.

" Ini tanah kami. Kalau pemerintah bilang ini gedung mereka, silakan cabut gedung ini dan bawa ke Propinsi. Ini tanah kami," teriak histeris Damaris.

Sekitar 35 anggota Satpol PP nampak tak menggubris teriakan dan tangis histeris kaum ibu dan anak-anak. Satu persatu barang milik warga yang berada di dalam mes dikeluarkan laku diangkut dengan menggunakan mobil satpol PP guna ditempatkan di luar kawasan UPT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved