Pegawai PT PLN Ende Bergerak Cepat Padamkan Api

Para pegawai PT PLN Ende bergerak cepat untuk melakukan pemadaman baik dengan cara tradisional maupun modern

Pegawai PT PLN Ende Bergerak Cepat Padamkan Api
POS- KUPANG.COM/Romualdus Pius
Anggota TNI berusaha memadamkan api dalam simulasi kebakaran, Senin (17/2) di Halaman Kantor Bupati Ende 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Sebanyak 4 Kantor PT PLN di Ende disimulasikan terbakar sehingga membuat para pegawai PT PLN Ende bergerak cepat untuk melakukan pemadaman baik dengan cara tradisional maupun modern.

Demikian simulasi proses pemadaman kebakaran yang ditampilkan oleh para pegawai PLN pada apel Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K 3) yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Ende, Senin (17/2/2020).

Kapolsek Aesesa Ingatkan Siswa Bijak Gunakan Medsos

Simulasi tersebut menghadirkan 4 kantor PLN masing-masing, PLN UPP Kitring Flores dengan Pimpinan Dede Mairizal serta pelaksana simulasi, Aloisus dan Tahir Jamaludin.

Juga PLN PLTD Ende dengan pimpinan, Anang Sumboro serta pelaksana simulasi, Amirullah dan Herminius Bora juga PLN Tragi Ende dengan pimpinan, Jefry Imanuel serta pelaksana simulasi, Suaib Sualmin dan Simon Seko.

Warga Besipae Tolak Penggusuran

Serta PLN Flores Bagian Barat dengan pimpinan, Yudi Lordianto dan pelaksana simulasi, Albert Isega dan Januario Tena.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, simulasi itu menggunakan dua buah drum yang diibaratkan sebagai Kantor PLN Ende yang sedang terbakar.

Melihat hal tersebut para pegawai langsung bergerak melakukan pemadaman dengan cara manual berupa karung goni yang telah dibasihi air.

Selain itu upaya pemadaman juga dilakukan dengan menggunakan semporotan yang berasal tabung pemadaman kebakaran.

Selain petugas PLN simulasi pemadaman kebakaran juga melibatkan anggota TNI yang juga berusaha melakukan pemadaman.

Sehubungan dengan keselamatan kerja, Dandim 1602 Ende, Letkol Inf Fuad Suparlin saat membacakan sambutan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengatakan trkait dengan implementasi undang-undang tentang keselamatan kerja, diingatkan kepada para pemberi kerja baik itu di lingkungan pemerintah maupun pengusaha agar benar-benar memperhatikan keselamatan kerja dari karyawan atau pekerja sesuai dengan tuntutan undang-undang tentang keselamatan kerja.

"Harus dipahami bersama bahwa suatu pekerjaan akan bisa memperoleh hasil yang maksimal ketika pekerjanya merasa nyaman, baik itu keselamatan diri pribadi maupun terpenuhinya kesejahateraan hidupnya,"ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved