Warga Besipae TTS Tolak Penggusuran
BREAKING NEWS: Warga Besipae Tolak Penggusuran
Rencana Pemprov NTT untuk melakukan penertiban di kawasan Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Senin (17/2/2020) siang ditolak warga Besipae.
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | SOE - Rencana Pemprov NTT untuk melakukan penertiban di kawasan Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Senin (17/2/2020) siang disambutan penolakan oleh warga Besipae. Selembar kain bertuliskan tolakan penggusuran warga dibentangkan di kawasan.
Sekitar 70-an warga Besipae nampak berkumpul di pinggir jalan ruas jalan propinsi guna melakukan penolakan terhadap rencana penertiban yang akan dilakukan oleh Pemprov NTT.
• Buka Festival Guti Nale, Bupati Lembata Paparkan Konsep Wisata Travel Village
Warga Besipae secara bergantian juga melakukan orasi yang isinya menolak penertiban yang akan dilakukan oleh Pemprov NTT.
Sikap tegas Pemprov NTT dilakukan pasca pertemuan guna melakukan sosialisasi untuk relokasi ditolak warga Besipae.
Niko Manao, tokoh masyarakat Besipae kepada pos kupang.com mengatakan, hari ini warga Besipae berkumpul untuk melawan aksi penertiban yang akan dilakukan oleh Propinsi NTT.
• Gegana Evakuasi Bom yang Ditemukan di Belu Menuju Mako Brimob Atambua
" Kami tolak rencana rencana penertiban yang akan dilakukan Pemprov NTT. Kami juga menolak untuk direlokasi," ungkap Niko.
Ketika disinggung terkait alasan warga enggan direlokasi Niko mengatakan, warga menginginkan sertifikasi tanah Besipae atas nama Dinas Peternakan Provinsi NTT harus digugurkan terlebih dahulu. Pasca digugurkan barulah warga mau duduk bersama Pemprov untuk membicarakan terkait relokasi.
"Kami mau sertifikat atas nama Dinas Peternakan harus digugurkan. Karena ini tanah kami. Kalau sudah digugurkan baru kami mau omong soal relokasi," tegas Niko. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-besipae-tolak-penggusuran.jpg)