Salam Pos Kupang

Bahan Evaluasi Polri

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul Bahan Evaluasi Polri

Bahan Evaluasi Polri
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul Bahan Evaluasi Polri

POS-KUPANG.COM - Hasil survei Ombudsman RI terhadap Kepolisian Republik Indonesia patut dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja pelayanan institusi kepada masyarakat Indonesia umumnya dan NTT khususnya.

Kita sepakat dengan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra, yang legowo menerima hasil survei Ombudsman sebagai bahan untuk merefleksi diri di tubuh Polri.

Meruntuhkan Stigma Ketertinggalan

Bagi Polri, apapun yang menjadi masukan dari lembaga resmi terhadap Polri merupakan semangat untuk memperbaiki institusi. Kita yakin semangat itu juga turun sampai ke tubuh Polda NTT, Polres, Polsek bahkan sampai ke Babimkamtibmas.

Di 12 Polres di wilayah kerja Polda NTT yang menjadi sampel survei Ombudsman tersebut menemukan sejumlah hal. Jika boleh disimpulkan bahwa pelayanan dari 12 Polres tersebut belum sepenuhnya memuaskan masyarakat.

Masih ada penanganan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, masih ada penangan kasus pidana umum yang belum tuntas, pelayanan administrasi yang belum semua berjalan secara cepat dan tepat. Bahkan masih ada upaya untuk meminta uang sebagai imbalan terhadap pelayanan yang diberikan.

Renungan Harian Katolik Senin, 17 Februari 2020 Memperhatikan Motivasi Berkomunikasi

Apa yang dihasilkan dari survei itu memang menggambarkan realita pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Oleh karena itu diharapkan hal itu dapat menjadi perhatian untuk diperbaiki. Polisi diharapkan terus meningkatkan kinerja sehingga rakyat pun mendapat keadilan dan kepuasan.

Tentunya harapan itu pun perlu diimbangi dengan sikap masyarakat yang taat hukum, taat berlalu lintas, aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Kemitraan antara polisi dan masyarakat perlu dijaga dan ditingkatkan. Jika perlu rakyat harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Masyarakat jangan menyerahkan sepenuhnya urusan hukum dan kamtibmas di tangan polisi karena polisi pun beranggotakan manusia yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Untuk itu mari seluruh rakyat di republik ini menjadi polisi bagi diri sendiri. Jika ini yang terjadi, kita yakin tidak ada tindakan kriminal, tidak ada begal, tidak ada tindakan intoleransi, tidak ada gerakan massa yang anarkis, tidak ada radikalisme, hoax, fitnah dan lain-lain.

Selain itu, tentunya perlu diperhatikan peningkatan sarana dan prasarana pendukung bagi polisi dalam pelayanan.

Kita patut berterima kasih karena beberapa daerah pemekaran di NTT sudah memiliki Polres sendiri seperti Malaka, Nagekeo, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua.

Tentunya kehadiran polres ini mendekatkan pelayanan bukan menakutkan masyarakat. Semoga senyum, sapa, tawa tetap menjadi spirit polisi sebagai pengayom masyarakat. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved