Pemkab Belu Bangun Cottage dan Penataan Rest Area di Fulan Fehan

Pemkab Belu melalui Dinas Pariwisata mulai menata Fulan Fehan tahun 2020 dengan membangun penginapan berupa cottage

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Padang Fulan Fehan yang terletak dibawah kaki gunung Lakaan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan Negara Indonesia dan Timor Leste. 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu ( Pemkab Belu) melalui Dinas Pariwisata mulai menata Fulan Fehan tahun 2020 dengan membangun penginapan berupa cottage serta rest area dan toilet.

Pemerintah melalui Dinas Pariwisata sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,3 M.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Fredrikus L Bere Mau, ST kepada Pos Kupang.Com, Jumat (14/2/2020).

Ini Janji Kadis PUPR Manggarai Setelah Membersihkan Saluran Drainase yang Tersumbat

Menurut Eddy Bere, demikian ia disapa, penataan destinasi Fulan Fehan (FF) seperti sarana akomodasi dan pendukung lainnya membutuhkan keseriusan dan Pemkab Belu mulai menata tahun 2020.

"Pada tahun anggaran 2020 ini Pemkab Belu melalui Dispar, baru mengalokasikan dana lebih kurang Rp 1,3 M untuk membangun penginapan berupa cottage dan rest area di Fulan Fehan", kata Eddy Bere.

Refafi Gah Minta NTT Jadi Daerah Istimewa

Dengan jumlah dana yang dinilai terbatas ini, tentu belum banyak yang bisa dibuat oleh Pemkab Belu, namun paling tidak di tahun 2020 sudah ada penginapan berupa cottage ramah lingkungan di Fulan Fehan serta di rest area juga akan tersedia toilet dan lapak penjualan di bagi masyarakat.

"Dengan jumlah dana terbatas ini tentu belum banyak yang bisa dibuat oleh Pemkab Belu, namun paling tidak pada rest area sudah bisa disediakan toilet dan lapak-lapak untuk masyarakat bisa berjualan serta cottage/penginapan dengan konsep ramah lingkungan", terang Eddy Bere.

Menurut Eddy Bere, konsep pengelolaan Fulan Fehan sudah klop atau sesuai dengan konsep yang disampaikan Gubenur NTT saat meninjau Fulan Fehan, Senin (10/2/2020).

Dalam jangka pendek, perlu beberapa tahapan yang harus dilakukan Dinas Pariwisata bersama beberapa dinas terkait yakni, identifikasi dan pemetaan potensi-potensi pertanian, peternakan dan industri menyangkut SDA dan SDM serta obyek-obyek wisata lain pada desa-desa sekitar kawasan Fulan Fehan, termasuk ketersediaan daya dukung air dan listrik.

Selanjutnya, kata Eddy Bere, dari data yang ada akan dibuatkan suatu kajian komprehensif guna menentukan konsep penataan kawasan menurut zonasi peruntukannya, seperti zona wisata utama, zona akomodasi, zona pendukung (pertanian,peternakan, industri dsb) dan zona lindung.

Konsep ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Pemprov NTT sehingga pemahaman konsep pengembangan kawasan ini selaras antara Pemkab dan Pemprov. Apabila telah ada kesepakatan bersama antara Pemprov dan Pemkab,
maka tahap selanjutnya adalah kesepakatan terkait intervensi program, baik dari Pemprov NTT maupun Pemkab Belu.

Pada tahapan koordinasi ini, diharapkan terjadi pemilahan program yang akan diintervensi oleh Pemkab Belu dan program yang menjadi tanggung jawab pihak Pemprov NTT.

Eddy Bere mengakui, untuk mewujudkan sarana akomodasi serta fasilitas penunjang selayaknya tempat wisata yang ideal masih terkendala pada sumber daya air dan listrik. Kemudian, kemampuan keuangan daerah.

Besar harapan dari Pemkab Belu, bila Pemprov NTT bisa segera mengintervensi pengadaan sumber air dan listrik pada kawasan Fulan Fehan sehingga mimpi besar Gubernur NTT terkait Fulan Fehan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi daerah Belu sangat mungkin terjadi di waktu yang akan datang.

Menurut Eddy Bere, Pemkan Belu juga optimis, penataan Fulan Fehan bisa menjadi destinasi yang mendatangkan banyak wisatawan dan tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karena semua produksi masyarakat, baik dari usaha pertanian, peternakan, industri maupin usaha lain lain akan tersalurkan secara baik pada kebutuhan pariwisata yang berlangsung dalam kawasan Fulan Fehan. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved