Realisasi Tanam Jagung Program RPM di Malaka Sudah 20.712 Hektare

Realisasi tanam jagung program RPM di Kabupaten Malaka sudah mencapai 20.712 hektare

Realisasi Tanam Jagung Program RPM di Malaka Sudah 20.712 Hektare
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak 

Realisasi tanam jagung program RPM di Kabupaten Malaka sudah mencapai 20.712 hektare

POS-KUPANG.COM | BETUN - Semangat para petani Malaka dalam menjalankan program Revolusi Pertanian Malaka ( RPM) yang dicetuskan Bupati Stefanus Bria Seran sangat tinggi.

Sampai dengan saat ini, petani Malaka sudah menanam jagung musim pertama (MT 1) seluas 20.712 hektare dari target 22.000 hektare. Data tersebut menunjukkan, sisa lahan yang diolah pemerintah yang belum ditanam pada musim tanam pertama seluas 1.288 hektare.

SMAK St. Kristoforus Pali Siap Menciptakan Generasi Unggul Beriman dan Bermoral

Kondisi ini bukan karena petani tidak mau menanam jagung tetapi karena curah hujan tahun ini sedikit terlambat dan belum stabil di beberapa wilayah.

Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada Pos Kupang.Com, Selasa (11/2/2020).

Menurut Yustinus, Musim Tanam I (MT I) 2019/2020 agak mengalami pergeseran waktu tanam. Sesungguhnya, MT I sudah dimulai pada minggu ke 4 bulan November dan berakhir pada akhir Desember 2019. Namun karena perubahan ekstrim cuaca, maka menyebabkan waktu tanam bergeser hingga Januari 2020.

Babinsa Pimpinan Upacara Bendera di SMP Negeri 10 Kupang, Simak Info

Untuk tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Malaka menargetkan penanaman jagung seluas 22.000 hektare namun hingga saat ini penanaman jagung sudah mencapai
20.712 hektare. Hal ini terjadi karena kondisi hujan sangat kurang. Meski demikian, sisa lahan yang belum ditanam seluas 1.288 hektare itu akan ditanam pada MT II dan MT II karena untuk wilayah Malaka masih punya potensi untuk menanam musim tanam ke II dan ke II

"Untuk tahun 2020 kita targetkan penanaman jagung seluas 22.000 ha namun hingga saat ini penanaman baru mencapai 20.712 ha. Hal ini karena hujan sangat kurang. Meski demikian sisanya seluas 1.288 ha baru akan ditanam pada MT II dan MT III", ujar Yustinus.

Lanjut Yustinus, untuk progress penanaman padi, dari target 6.600 hektare, hingga saat ini baru tertanam 1.122 hektare. Lagi-lagi penyebab utamanya adalah curah hujan sangat kurang. Pemerintah dan masyarakat Malaka tetap mendoakan semoga beberapa minggu ke depan, hujan bisa normal di sehingga semua rencana penanaman bisa terealisasi.

Yustinus optimis, untuk komoditi jagung di Malaka hasil MT I akan tetap baik karena hujan saat ini mulai stabil sehingga tanaman jagung bertumbuh subur.

Pemerintah dan secara khusus sebagai Kepala Dinas berharap agar masyarakat petani merawat tanaman dengan baik agar hasilnya juga baik. Karena semua hasil itu demi kesejahteraan masyarakat sendiri. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved