VIDEO: Petani Kawangu Mengeluh. Tanaman Jagung Diserang Ulat Grayak. Ini Videonya
VIDEO: Petani Kawangu Mengeluh. Tanaman Jagung Diserang Ulat Grayak. Serangan hama ini baru saja terjadi sehingga pemerintah harus cepat mengatasi.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Petani Kawangu Mengeluh. Tanaman Jagung Diserang Ulat Grayak. Ini Videonya
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – VIDEO: Petani Kawangu Mengeluh. Tanaman Jagung Diserang Ulat Grayak. Ini Videonya
Lantaran cuaca abnormal melanda Sumba Timur, tanaman jagung milik petani di daerah tersebut, kini diserang hama ulat grayak.
Serangan hama ini dikhawatirkan akan berakibat buruk, yakni tanaman itu terancam gagal tumbuh. Jika gagal tumbuh maka konsekuensinya, adalah gagal panen.
• VIDEO: Hari Ini Sapatos Grand Opening. Dapatkan Diskon dan Gimmick Menarik. Ini Videonya
• VIDEO: Kades Adrianus Bilang, PLTMH Sangat Membantu Masyarakat Wolokisa. Ini Videonya
• VIDEO: Ini Kisah Warga Wolokisa. Nikmati Listrik 24 Jam Berkat Tenaga Mirkro Hidro. Ini Videonya
Kepada POS-KUPANG.COM, Petani asal Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Martinus Ndapangadung, mengatakan, baru tahu hama ulat grayak itu, Rabu (5/2/2020) pagi tadi.
Hama ulat grayak tersebut, katanya, tak hanya muncul dan menyerang tanaman jagung miliknya tetapi juga tanaman jagung milik petani lainya.
"Saya baru tahu padahal ini ulat grayak. Ulat ini makan daun-daun dan batang. Ulat ini baru muncul satu dua hari terakhir dan kami tidak tahu cara mencegahnya," ungkap Martinus.
Martinus juga mengaku, serangan hama tersebut baru terjadi kali ini. Karena pada musim tanam sebelumnya, hama ini tak pernah ada.
"Kami tidak tahu mengapa ada hama seperti ini. Tapi kami menduga jangan sampai karena hujan kurang pada tahun ini," tuturnya.
Martinus mengaku, ia juga menanam jagung pada lahan 2 hektar. Jika curah hujan baik dan tanaman tumbuh normal, tidak ada serangan hama seperti ulat grayak ini, maka ia biasa panen 130 ikat jagung atau 100 bulir jagung per ikat.
"Saya tanam jagung di lahan 2 hektar. Biasanya jagung saya dapat jagung 130 ikat dengan setiap ikat ada 100 bulir,” ujarnya.
Namun dengan serangan hama ulat grayak ini, maka hasil panenan nanti kemungkinan melorot. Apalagi sampai saat ini hujan tak menentu
Martinus berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumba Timur bisa mengatasi hama ulat grayak yang saat ini semakin mewabah.
• VIDEO: Pengungsi Asal Afganistan Ini Berharap Cepat Tiba di Negara Ketiga. Simak Videonya
• VIDEO: Setelah Hilang Sehari, Nelayan Asal Paga Ini Ditemukan Selamat. Ini Videonya
• VIDEO: Prakiraan Cuaca BMKG Rabu 5 Februari 2020 3 Kota Besar Ini Hujan Petir Kupang Hujan Lokal
"Harapan kita pemerintah bisa segera perhatikan ini untuk segera mencegahnya, ya kasih obat atau apa untuk berantas hama ulat ini apalagi saat ini jagung belum berbuah, lebih baik segera mencegah,"pinta Martinus.
Petani lainya, Marselina Konga Naha juga menyampaikan hal yang sama. Akibat serangan ulat grayak dan kurangnya hujan tanaman padi miliknya terancam gagal panen.