Virus Corona

Warga Australia Minta Pemerintahan Scott Morrison Bantu Angkut Warganya yang Terjebak di Kota Wuhan

Serangan virus corona yang berawal di kota Wuhan China telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia.

Warga Australia Minta Pemerintahan Scott Morrison  Bantu Angkut Warganya yang Terjebak di Kota Wuhan
Reuters/Martin Pollard
China sudah melakukan pelarangan berpergian, khususnya dari tempat-tempat dimana banyak warganya terjangkit virus corona. 

"Saya sangat khawatir dengan anak dan istri saya, kami melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit Tongji, di mana beberapa perempuan hamil lainnya diketahui terjangkit virus corona," ujar Chen.

"Keluarga kami tak tahu apa lagi yang harus dilakukan di sini sekarang dan kami terlalu takut untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan istri saya selanjutnya," ujarnya.

"Ketika batas lahir semakin dekat, yang bisa kami harapkan adalah bantuan dari Pemerintah Australia," kata Chen.

Yi Xu, ayah dari seorang bayi perempuan berusia enam bulan juga tak sabar lagi untuk membawa pulang anaknya ke Australia.

Ia meminta pemerintah Australia di bawah pimpinan PM Scott Morrison untuk segera menyewa pesawat agar bisa memulangkan warga China dengan kewarganegaraan Australia yang terjebak di Wuhan.

"Pemerintah Australia perlu mengikuti apa yang dilakukan Amerika Serikat untuk menyewa pesawat untuk mengevakuasi warganya dalam keadaan darurat," kata Xu kepada ABC.

Amerika Serikat dilaporkan terus berusaha mengevakuasi warganya dari kota Wuhan dengan menggunakan penerbangan sewaan. Hal yang sama juga sedang diusahakan oleh Pemerintah Prancis.

Sementara itu, Nathan Wang mengatakan kepada ABC, putrinya yang berusia 11 bulan dalam keadaan sakit dan terjebak di Wuhan, bersama istri dan anak keduanya.

Yi Xu khawatir dengan Chloe, putrinya yang berusia enam bulan.
Yi Xu khawatir dengan Chloe, putrinya yang berusia enam bulan. (Koleksi pribadi)

Mereka mengaku kesulitan untuk mendapatkan akses ke perawatan kesehatan setempat, karena takut terkena resiko, selain keterbatasan sumber daya.

Ayah dari dua anak ini sekarang sedang berada di Melbourne dan mengatakan, "tak bisa tidur, sebagai seorang ayah, saya sangat putus asa".

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved