Berita Religi

Ikaporatim Kupang Gelar Misa Inkulturasi, Ini Yang Dilakukan

Ikatan Keluarga Poco Ranaka Timur (Ikaporatim) Kupang mengadakan Misa Inkulturasi.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Apolonia Matilde
Laus Markus Goti
Rangkaian acara kepok sebelum perayaan Misa Inkulturasi Ikaporatim 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ikatan Keluarga Poco Ranaka Timur (Ikaporatim) Kupang mengadakan Misa Inkulturasi di kediaman Hendrik Harum, salah satu anggota Ikaporatim, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Jumat (17/1).

Misa inkulturasi dilakukan sebagai syukur atas tahun baru 2020.

Rangkaian misa yang dipimpin oleh Romo Arkadeus dan didampingi Romo Yonas Kamlasi, Pr, dibuka dengan kepok, sebuah tradisi penyambutan khas suku Manggarai.

Lina Meninggal Dunia, Putri Delina Terima Warisan Rumah dan Salon, Ini yang Didapat Rizky Febian

Usai kepok, lagu pembuka misa dalam bahasa Manggarai digaungkan oleh kelompok koor mahasiswa/i Ikaporatim.

Nuansa budaya Manggarai tampak dalam Misa tersebut.

Pose bersama Ikaporatim dan pastor
Pose bersama Ikaporatim dan pastor (Laus Markus Goti)

Selain kepok dan torok (penyerahan persembahan), Ikaporatim yang hadir mengenakan pakaian adat Manggarai.

Panitia Natal dan Tahun Baru Berbagi Kasih Dengan Anak Panti Asuhan di Kota Kupang

Dalam khotbahnya Romo Arkadeus, menyapa segenap anggota dan pengurus Ikaporatim dalam bahasa Manggarai.

Pater Arkadeus mengajak Ikaporatim untuk sejenak mengingat rumah adat (mbaru gendang) atau rumah mereka di kampung halaman.

"Apa yang terlintas dalam pikiran kalian, apa yang kalian ingat," tanya Romo Arkadeus.

Didepak Persib Bandung Para Pemain Ini Direkrut Tim Elite, Dari Bali United Hingga Klub Spanyol

Forum Sahabat Literasi NTT Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ryant Kopling

Romo mengatakan, ketika orang-orang Poco Ranaka Timur hendak meninggalkan kampung halaman, orangtua melepas dengan harapan dan doa agar anak-anak bisa sukses di tanah rantau.

"Ada tradisi dimana ketika melepas anak, orangtua kita menyembelih ayam dan hati ayam ditaruh di atas tungku api, tungku itu ada tiga batu. Mari kita renungan," ajaknya.

Paduan Suara Mahasiswa Manggarai Timur
Paduan Suara Mahasiswa Manggarai Timur (Laus Markus Goti)

Menurut Romo Arkadeus, tiga tungku menggambarkan tiga pilar atau tiga tetesan rahmat dalam kehidupan keluarga, yakni cinta, cipta dan keselamatan.

Pemkot Kupang Tata Ulang Tiga Kawasan, Adrianus Tali Ingatkan Masyarakat Tidak Boleh Dirugikan

Dan, katanya, ketika anak-anak merantau ada cinta orangtua yang mengiringi.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved