Asia Challenge Cup 2020
Persib Bandung Bentrok Selangor FA Malam Ini Asia Challenge 2020, Panggung Wander dan Joel, SIMAK
Perjuangan Persib Bandung di Asia Challenge 2020 dimulai sore ini. Berkekuatan 18 pemain, Persib Bandung bertarung menghad
Menurutnya, hal ini merupakan kebanggaan bagi Maung Bandung karena bisa bermain di turnamen yang diikuti empat tim dari empat negara. Satu tim lain yang bertarung di ajang ini adalah Bangkok United dari Thailand.
Robert mengatakan, Maung Bandung sebenarnya baru memulai sesi pramusim pada 22 Januari. "Di sini kami akan memainkan pemain yang musim lalu kurang mendapatkan menit bermain karena kompetisi musim lalu baru selesai pada 22 Desember," ujar Robert Alberts.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, berbicara soal perbedaan besar antara sepak bola Indonesia dan Malaysia pada sesi konferensi pers menjelang bertarung di Asia Challenge 2020, kemarin.
Menurutnya, banyak perbedaan, baik itu mentalitas, organisasi, dan juga infrastruktur.
"Kami hanya berdiskusi. Mereka (Malaysia) sudah memulai pramusim dan mereka sudah tahu kapan liga akan dimulai. Sedangkan kami belum tahu kapan liga akan dimulai. Itu yang menjadi perbedaan besar," ujar Robert, kemarin.
Robert yang pernah menjadi pelatih tim nasional Malaysia U‑19 ini menambahkan, ketidakpastian jadwal liga sangat memengaruhi persiapan tim yang akan bertarung. Sebab pelatih harus bisa menyesuaikan program latihan agar para pemainnya tampil prima ketika liga bergulir.
"Kami melakukan persiapan untuk sesuatu tapi belum benar‑benar tahu kapan itu akan dimulai. Di sepakbola profesional kami harus tahu kapan liga digelar supaya pelatih tahu apa yang harus dilakukan, berapa pekan waktu yang dimiliki untuk persiapan, dan saat ini kami belum tahu itu," ucapnya.

Di balik kekurangan sepak bola Indonesia, Robert Alberts memuji fanatisme para suporter yang disebutnya sangat luar biasa.
"Mayoritas stadion di Indonesia selalu banyak pentonton dan fan selalu mencintai klub mereka. Itu yang saya suka dari Indonesia. Fan selalu mengenakan jersey klub kebanggaan mereka," katanya.
Selain itu, hal yang membuat Robert kagum adalah bahwa sepak bola bagi masyrakat di Indonesia sudah seperti budaya. Sehingga di setiap kota hingga desa, fanatisme suporter sangat terasa karena memiliki klub yang didukung.
"Di Malaysia masih terbatas klub dan stadionnya, itu perbedaan besar," ucapnya. (*)
