VIDEO: Gelombang Tembus 6 Meter, Seekor Ikan Pun Susah Didapat Nelayan. Ini Videonya
VIDEO: Gelombang Tembus 6 Meter, Seekkor Ikan Pun Susah Didapat Nelayan. Keluhan itu disampaikan Jumorang, salah seorang nelayan Nangadhgero, Nagekeo.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Gelombang Tembus 6 Meter, Seekor Ikan Pun Susah Didapat Nelayan. Ini Videonya
POS-KUPANG.COM, MBAY – VIDEO: Gelombang Tembus 6 Meter, Seekor Ikan Pun Susah Didapat Nelayan. Ini Videonya
Saat ini, para nelayan di Nagekeo berhenti melaut, sebab tinggi gelombang di Laut Flores mencapai 6 meter.
Tinggi gelombang itu hanya pada radius tak jauh dari tepian pantai, sehingga para nelayan terpaksa memancing ikan di dekat bibir pantai.
• VIDEO: Putri Petugas Kesehatan di Maumere, Direnggut Penyakit Demam Berdarah. Ini Videonya
• VIDEO: Serda Akbar Antusias Ikut Kelas Jurnalistik Di Mako Brigif Camplong, NTT. Simak Videonya
• VIDEO: Diterpa Angin Kencang, Atap Teras Puskesmas Lewa, Sumba Timur, Rusak. Ini Videonya
Tingginya gelombang di tengah laut itu, berpengaruh juga sampai ke tepi pantai. Makanya, walau memancing ikan hanya di tepi pantai, tapi mereka juga harus hati-hati sehingga perahu motor yang digunakan, tak terbalik diterpa gelombang.
Lantaran kondisi laut seperti itu, maka mereka hanya berpasrah saja agar agar keadaan normal, sehingga bisa beraktivitas lagi seperti biasa.
"Sekarang ini kami tidak bisa melaut seperti sebelumnya. Kalau pun harus ke laut, yah, kami hanya pancing di pinggir saja. Saat mulai angin, kami harus cepat pulang supaya tidak dibawa arus,” ujar Jumorang (60), salah seorang nelayan di Nangadhero Kamis (9/1/2020).
Beberapa hari terakhir, lanjut Jumorang, ia dan nelayan lainnya tidak berani melaut pada malam hari. Mereka hanya bisa memancing di pagi hari, saat laut tenang.
Kalau cuaca normal, katanya, saat laut tenang, dalam sehari nelayan bisa mendapat ikan 20-30 kg per orang. Tapi saat ini, untuk dapat ikan 2 kg saja, susahnya minta ampun.
“Kalau musim gelombang seperti ini, kami paling banyak kami dapat ikan 2 kg saja. Itu pun susah,” tutur Jumorang.
• VIDEO: Untuk Pertama Kalinya, Bupati Ende Lantik Pejabat Eselon II Di Gedung Pelindo. Ini Videonya
• VIDEO: Indahnya Pantai Mondu, Sumba Timur, Pantulkan Cinta Lewat Pasir Putih. Ini Videonya
• VIDEO: Cuaca Ekstrem di NTT Paling Berdampak di Manggarai, Flores. Simak Videonya
Ikutannya, adalah pendapatan yang diperoleh sangat kurang. “Saat seperti ini kami tidak punya uang, karena hasil pancingan sangat kurang,” lanjut Jumorang lagi.
Sementara itu, nelayan lainnya, Marianus, mengatakan, saat cuaca tak bersahabat seperti sekarang, ia terpaksa berhenti memancing ikan.
Yang dilakukannya bersama keluarga sekarang ini, adalah mencari kepiting untuk dijual. (POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
Tonton Videonya Di Sini: