Perayaan Malam Tahun Baru 2020 di Maumere : Mabuk Miras, Hentikan Kendaraan Ternyata Mau Salaman
mereka mengitari Jalan El Tari di sebelah barat sampai di perempatan lampu merah Tugu Mof ketika menjelang pergantian tahun 2019
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Perayaan Malam Tahun Baru 2020 di Maumere : Mabuk Miras, Hentikan Kendaraan Ternyata Mau Salaman
POS-KUPANG.COM| MAUMERE---Raungan knalpot ratusan sepeda motor racing memekakan telinga mewarnai perayaan malam pergantian tahun 2019 dan tahun baru 2020,Selasa malam (31/12/2019) atau Rabu dini hari (1/1/2020) di Jalan El Tari, Kota Maumere, Pulau Flores.
Para pengendara yang umumnya berboncengan dua hingga tiga orang (GTO) pria atau wanita, diduga sebagian telah mabuk miras. Mereka umumnya berusia belasan hingga 20-an tahun membawa sepeda motor pretelan, tanpa plat nomor hingga tak mengenakan helm. Kemudian lari zig-zag di antara hiruk-pikuk kendaraan.
Dengan sepeda motor, mereka mengitari Jalan El Tari di sebelah barat sampai di perempatan lampu merah Tugu Mof ketika menjelang pergantian tahun 2019 dan menyambut tahun 2020.
Aparat kemananan yang terkonsentransi di Gelora Samador dan sekitarnya memberi keleluasaan kepada kaum muda dengan caranya merayakan pergantian tahun 2019.
Belasan pria tanpa baju yang telah mabuk minuman keras, celana kedodoran dan teriak-teriak menghentikan para pengendara. Ternyata para pria yang itu hendak memberikan salaman tahun baru 2020. Banyak anak perempun yang tampak ketakutan teriak histeris.
Tak hanya menarik pengendara sepeda motor supaya berhenti dan bersalaman, segelintir anak muda tanpa baju yang diduga teler minuman keras juga tidur-tiduran di aspal. Bahkan beberapa yang lain menghentikan mobil pikap lalu terlentang di atas kap mobil.
• Bupati Matim, Agas Andreas : Kades Kelola ADD dan DD Sesuai Juknis
• Ini Tanggapan Polres Lembata Perihal Kejadian Ibu Melahirkan di Kantor Polsubsektor Ile ApeLaporan
Seperti disaksikan pos-kupang.com, Selasa malam, aksi kebut-kebutan kelompok muda berlangsung sekitar satu jam.
Mereka perlahan-lahan membubarkan diri ketika waktu menunjukkan pukul 01.00 Wita. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a).