Prediksi Pengamat Ekonomi, James Adam Terkait Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2020
Prediksi Pengamat Ekonomi, James Adam Terkait Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2020
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
Ia mengambil contoh banyak pembangunan bendungan, jalan, jembatan dan lainnya tapi mayoritas pekerja orang dari luar NTT, sehingga uang berputar sebentar lalu dibawa keluar.
Selain itu pekerja NTT pun tidak terpakai mungkin dipakai tapi persentasenya kecil, seperti menjadi buruh kasar.
Pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2020 diprediksikan dengan berbagai angka. Namun untuk mencapai 6 persen itu terlalu tinggi dan sulit.
Apalagi tingkat pendapatan per kapita warga NTT masih kecil, hingga orangg banyak bekerja tapi untuk memenuhi kebutuhan konsumsif sehari-hari karena gajinya kecil.
Menurutnya pertumbuhan ekonomi NTT bisa semakin membaik apabila pemerintah konsisten dengan program daerah. Misalnya sektor pariwisata sebagai unggulan.
Tapi melihat data di APBD kontribusi pariwisata untuk daerah hanyaa sebagian kecil, sedangkan pertanian dan perkebunan lebih tinggi.
Bila mau lebih tinggi harus digencot agar semua yang dikonsepkan bisa berjalan. Kalau tidak maka masih teta0 dalam tiga sektor seperti perikanan, perkebunan dan pertanian.
Ketika disinggung mengenai terobosan pemerintah mengajukan pinjaman di Bank NTT untuk pembangunan infrastruktur, James menanggapi ada sisi positif dan negatif.
Positifnya, kata James, pemerintah punya kemauan untuk mengembangkan daerah, dalam hal ini membangun daerah. Bila pinjam dari bank daerah maka akan membawa dampak bagi bank.
"Ketika pemerintah meminjam maka bunga itu masuk di bank kemudin pemerintah sebagai pemegang saham terbesar juga akan mendapatkan deviden," kata James.
Tapi lanjutnya Bank NTT belum memenuhi syarat untuk meminjamkan kredit hingga Rp 500 milyar. Karena syaratnya perbankan yant mempunyai aset Rp 3 triliun baru bisa memberikan pinjaman Rp 900 milyar.
Sedangkan aset bank NTT baru Rp 1,8 triliun sehingga belum bisa memberikan pinjaman.
Berdasarkan regulasi Bank NTT boleh memunjam dari pihak ketiga, baik pemerintah pusat, bank umum nasional dan pihak ketiga lainnya sebagai penyandang dana.
"Namun harus dianalisa dengan baik agar jangan bertabrakan dengan aturan. Jalan atau tidaknya tergantung manajemen Bank NTT dan harus disetujui Kementerian Keuangan agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari," terangnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Yeni Rachmawati)