Natal 2019
Tuan Guru Bajang Ungkap Grand Syekh Al Azhar Ucap Selamat Natal untuk Paus Fransiskus, Ini Alasannya
Tuan Guru Bajang Ungkap Grand Syekh Al Azhar Ucapkan Selamat Natal untuk Paus Fransiskus, Ini Alasannya
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Tuan Guru Bajang Ungkap Grand Syekh Al Azhar Ucapkan Selamat Natal untuk Paus Fransiskus, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM - Tuan Guru Bajang Ungkap Grand Syekh Al Azhar Ahmad Muhammad Ahmad al-Thayyeb Ucapkan Selamat Natal pada Paus Fransiskus, Ternyata Ini Alasannya
Ya mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB ) mengungkap kalau Grand Syekh Al Azhar Ahmad Muhammad Ahmad al-Thayyeb mengucapkan selamat merayakan Natal kepada Paus Fransiskus.
Hal itu dituliskan Tuan Guru Bajang di akun Instagram miliknya dengan menyertakan ucapan selamat natal dalam bahasa Arab Grand Syekh Al Azhar Ahmad Muhammad Ahmad al-Thayyeb
Berikut keterangan yang ditulis Tuan Guru Bajang di Instagram @tuangurubajang:
Al-Azhar melalui Pemimpin Tertingginya Grand Syekh menyampaikan dengan tulus
ucapan selamat merayakan Hari Natal kepada Paus Fransiskus dan seluruh umat kristiani di dunia.
Dengan harapan, membawa kebahagiaan bagi umat kristiani, serta keamanan dan perdamaian bagi umat manusia.
• Tuan Guru Bajang Bertemu Ustadz Yusuf Mansur Bahas Masalah Ini, Dipuji Dua Ulama Tanpa Kebencian
• INNALILLAHI! Kabar Duka Datang dari Dunia Penyiaran Indonesia, Presenter Terbaik Ini Meninggal Dunia
Dalam kesempatan ini, Al-Azhar menegaskan kokohnya hubungan Islam-Kristen.
Terkhusus dalam konteks upaya bersama Grand Syekh dan Paus Fransiskus dalam memperkuat dialog antar agama,
memantapkan nilai perdamaian dan keharmonisan antar bangsa dan peradaban.
Hal itu dicerminkan oleh penandatanganan dokumen koeksistensi terpenting dalam masa modern oleh Grand Syekh dan Paus Fransiskus yaitu Watsiqah Al-Ukhuwwah Al-Insaniyah,
dokumen persaudaraan kemanusiaan.
Diikuti kerjasama untuk mewujudkan butir-butir dokumen tersebut secara nyata melalui Komisi Tinggi Untuk Persaudaraan Kemanusiaan.
Postingan Tuan Guru Bajang kemudian dikomentari netizen.
@usmanelkhalifa: Saya sudah ucapkan selamat natal kepada sahabat² saya yang nasrani. Alhamdulillah, tanpa mengurangi sedikitpun keimanan saya.
@kenung.d: lakum diinukum wa liya diin....saling merhomati adlh hal yg terpuji
@julsal58: Hiduplah sebagai Sahabat bagi semua orang (tema Natal 2019) .... Salam Damai dan Suka Cita Natal bagi semua saudaraku sebangsa dan setanah air.
@iwakwaderlumajang: "Perdamaian bagi seluruh umat manusia"
• Sheila Marcia Dilamar Dimas Akira Saat Malam Natal: Best Christmas Present
• Gerhana Matahari Cincin 26 Desember Jam 12.15 WIB Lewati Indonesia,Ini Daftar Wilayah yang Dilalui
@ebrimanik12: Terima kasih pak..selamat hari natal juga..semoga membawa perdamaian dunia natal tahun ini.
@nooraeni85: Barokallah damai dan berkah sll negri ku, Aamin Robb... Barokallah bp TGB, Aamin
@lenny_lee_ranti: Bapak ustadz panutan aku pada mu bapak TGB
@anto_agara: Berikan kesimpulan ustadz tentang ini.
@sisca4459: Mau ucapin monggo ..y gak mau ucapun ya sdh diem aja tp jgn nyuruh orang gk ucapin ...itu kan sama aja melanggar hak asasi manusia ...biarin aja amal ibadahnya kan nanggung sndiri2
@susilohendro017: Ulama itu manusia biasa ,tidak sempurna akhlakny pasti ada yg salah,lebih baik kita (saya) sbg org awam pandai2 lah mengambil ilmuny dari para ulama,yg baik diambil,yg buruk ditinggalkan ...termasuk masalah mengucapkan selamat hari raya ke agama lain,menurut saya itu perkara syubhat,lebih baik ditinggalkan
@febiolatrafesia: Banyak tuan guru yg masih gagal paham mengenai masalah inj. Kenapasih di indo masih kaya begitu? Miris. Intinya kan kalo mereka mengucapkan kebaikan masak kita bales dengan tidak mengucapkan. Herannn saya @tuangurubajang
• Calvin Dores, Putra Deddy Dores Bakal Rilis Lagu, Wujudkan Mimpi Sang Ayah
• VIDEO: Aneka Kuliner Hadir di Rumah Jabatan Gubernur NTT Saat Open House Natal. Tonton Videonya
@ahmad_hudaya12: maaf kyai @tuangurubajang , ada yg ganggu saya. yakni istilah #watsiqah al-ukhuwwah al-insaniyah. apa tidak lebih pas pakai pilihan kata al-ukhuwah al-basyariyah ... sekali lagi maaf
* Muslim Ucapkan Selamat Natal, Jawaban Quraish Shihab, Dalam Al Quran Nabi Isa Pertama Ucapkan Natal
Hari Raya Natal 2019 diperingati tiap 25 Desember. Apa hukumnya seorang muslim memberi Ucapan Natal kepada Umat Kristiani?
Apakah boleh?
Apakah tidak mengganggu akidah / keyakinan muslim jika mengucapkan Selamat Natal kepada Umat Kristiani?
Salah satu pertanyaan berulang setiap tahun adalah hukum seorang muslim mengucapkan Selamat Hari Natal kepada umat Kristiani.
Apakah boleh atau tidak boleh.
• Transfer Persib Bandung Robert Alberts Ungkap Alasan, Gelandang Madura United hingga Striker Nigeria
• INNALILLAHI! Kabar Duka Datang dari Dunia Penyiaran Indonesia, Presenter Terbaik Ini Meninggal Dunia
Kalau boleh apakah tidak merusak akidah?
Dialog Najwa Shihab dengan abinya Prof Quraish Shihab dan Romo Budi semoga bisa menjawab.
Najwa Shihab Bertanya Apa Hukum Ucapkan Selamat Natal? Ini Jawaban Quraish Shihab Didengar Romo Budi
Apa hukumnya mengucapkan Selamat Hari Natal?
Pertanyaan ini pernah disodorkan Najwa Shihab pada ayahandanya, Quraish Shihab, Desember 2018 lalu.
Dan Quraish Shihab menjawab pertanyaan yang selalu berulang setiap momen perayaan Natal tersebut di depan Romo Budi.
Apa jawaban Quraish Shihab?
Apa hukum mengucapkan 'Selamat Hari Natal' ?
Ini pertanyaan yang sering terdengar di setiap perayaan dan momentum hari raya bagi umat Kristiani ini, termasuk di momentum Natal 2019 ini.
Dr Quraish Shihab menjawabnya lewat dialog bersama Najwa Shihab dan seorang nara sumber lainnya yakni Romo Aloysius Budi
Purnomo pada momen Natal, Desember 2018 lalu, dan diunggah ke channel YouTube.
"Selamat Natal bagi teman-teman yang merayakan," kata Najwa Shihab, TribunStyle.com kutip dari Instagram dia, Selasa 25 Desember 2018.
Najwa Shihab kemudian menuturkan, menurut ayahandanya tercinta yang dia panggil 'Abi Quraish' itu, mengucapkan selamat hari raya untuk umat beragama lain merupakan hal baik demi kerukunan dan perdamaian.
Menurut Quraish Shihab, permasalahan itu cuma terjadi di Indonesia.
Di Timur Tengah sudah hal lazim masyarakat mengucapkan selamat hari raya bagi umat beragama lain.
"Itu masalah di Indonesia, Malaysia, tapi di Timur Tengah tak masalah itu.
Kita tak cuma berkata 'bolehkah atau tidak' tapi sebenarnya bagus (mengucapkan Selamat Natal).
Ikut bergembira dengan kegembiraan siapa pun. Siapa pun itu, dia seagama dengan kita, atau tidak seagama dengan kita, tapi satu kemanusiaan dengan kita," jawab Quraish Shihab mengawali ucapannya.
"Dalam Al Quran itu, orang pertama yang mengucapkan Selamat Natal adalah Nabi Isa. (mengutip sebuah ayat ) ... Salam sejahtera untukku, pada hari kelahiranku, pada hari aku dibangkitkan....," kata Quraish Shihab, menterjemahkan bunyi ayat tersebut.
"Jadi (berdasar ayat tersebut), tidak ada masalah sebenarnya," lanjut Quraish Shihab.
Najwa Shihab lantas menyebutkan, ada kekhawatiran dengan mengucapkan kalimat tersebut (selamat Natal), artinya kita mengakui apa yang dipercayai umat lain.
"Apakah artinya bisa sejauh itu, Abi?" tanya Najwa Shihab lagi.
"Saya rasa tidak. Ketika Romo Budi (sambil menyebut nama Romo Budi di sebelahnya) mengucapkan Selamat Hari Raya (Idul Fitri), saya kira Romo tidak akan berkeyakinan persis dengan apa yang saya yakini," kata Quraish Shihab.
"Saya tahu ini (ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri) adalah basa-basi dalam konteks kehidupan berkerukunan.
Sama, ketika saya mengucapkan Selamat Natal, saya yakin pihak lain tidak akan berpikir saya meyakini apa yang dia yakini. Hidup ini indah kalau kita berharmoni," lanjutnya.
Nah, mau tahu jawaban lengkap Dr Quraish Shihab atas pertanyaan Najwa Shihab di depan Romo Budi soal hukum mengucapkan Selamat Nataltermasuk dalam momentum Hari Natal 2018 ini ?
Simak selengkapnya di video wawancara Najwa Shihab dengan Quraish Shihab di depan Romo Budi berikut ini:
Penjelasan mengenai hukum umat muslim mengucapkan selamat Natal sebenarnya sudah dijelaskan sejumlah ulama.
Ustadz Abdul Somad
Ada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan namun dengan syarat tertentu.
Pertama, mengakui Isa adalah anak Tuhan.
Kedua, mengakui Isa lahir pada tanggal 25 Desember.
Terakhir, mengakui Isa mati disalib.
"Ketiga-tiganya ini dibantah oleh Alquran," terang Ustaz Abdul Somad.
"Kafirlah orang-orang yang mengatakan Isa trinitas dan anak Tuhan. Tentang Isa lahir 25 Desember juga dibantah," lanjutnya.
Pada saat Isa kekurangan makanan, kata Ustaz Abdul Somad, Allah memerintahkan untuk mengguncang pohon kurma. Kurma-kurma mengkal pun berjatuhan.
"Kurma mengkal ada di musim panas bulan Juli hingga Agustus," kata Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan, Isa lahir saat kambing-kambing sedang digembalakan di padang rumput.
"Sedangkan di bulan 12 rumput tidak tumbuh karena tertutup salju," ujarnya.
"Maka 25 Desember bukan kelahiran Isa tapi Hari Raya merayakan Dewa Mitra atau Dewa Matahari yang diambil oleh Kaisar Konstantin dari Konstantinopel," lanjutnya.
Begitu pula soal Isa yang mati disalib. Ustaz Abdul Somad mengatakan, sosok yang disalib adalah orang yang dibuat menyerupai Isa.
Ustaz kondang ini menambahkan, meski mengucapkan selamat Hari natal tidak diperbolehkan, namun bukan berarti membatasi hubungan dengan umat Kristiani.
"Saya punya kawan Kristen, dalam hubungan baik, dalam masalah ngasih makanan, masalah beri pakaian, oke," terangnya.
"Tapi kalau sudah terkait dengan akidah, 'wa lā ana 'ābidum mā 'abattum wa lā antum 'ābidụna mā a'bud lakum dīnukum wa liya dīn' (dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, Untukmu agamamu, dan untukku agamaku)," kata Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Adi Hidayat
"Hukum mengucapkan ucapan selamat, ingat baik-baik, hukum mengucapkan selamat pada agama lain di luar agama kita di luar keimanan kita sebagai muslim, itu tidak diperkenankan," kata Ustaz Adi Hidayat.
"Haram hukumnya mengucapkan selamat, misalnya A selamat B yang dalam selamat itu ada unsur pengakuan. Awas, ada unsur pengakuan, ada 'din' selain Islam atau agama yang dibenarkan selain Islam. Itu adalah wilayah keimanan kita," ujarnya.
Quraish Shihab
Quraish Shihab dan Najwa Shihab (Capture/Youtube)
Profesor Muahmmad Quraish Shihab, ahli tafsir dan mantan Menteri Agama ternyata pernah mencurahkan pandangannya terkait ucapan 'Selamat Natal'.
Hal itu disampaikan Quraish Shihab pada tahun 2014 dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30-38.
Berikut ini transkrip penjelasannya:
Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama-ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal.
Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu BOLEH. Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik.
Ini tidak mungkin menurut beliau, tidak mungkin teman-teman saya dari umat Kristiani datang mengucapkan selamat hari raya Idulfitri terus dilarang gitu.
Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan ditulis, dia katakan, saya sekarang perlu menunjukkan kepada masyarakat dulu bahwa agama ini penuh toleransi. Kalau tidak, kita umat yang dituduh teroris. Itu pendapat.
Saya pernah menulis soal itu, walaupun banyak yang tidak setuju, saya katakan begini, saya ucapkan Natal itu artinya kelahiran.
Nabi Isa mengucapkannya. Kalau kita baca ayat ini dan terjemahkan BOLEH atau tidak? Boleh. Ya toh? Boleh.
Jadi, kalau Anda mengucapkan selamat Natal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya.
Ucapkanlah selamat Natal dengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagai muslim. Mengucapkan kepada umat kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya.
Jadi yang dimaksud itu, seperti yang dimaksud tadi hanya basa-basi.
Saya tidak ingin berkata fatwa Majelis Ulama itu salah yang melarang, tetapi saya ingin tambahkan larangan itu terhadap orang awam yang tidak mengerti.
Orang yang dikhawatirkan akidahnya rusak.
Orang yang dikhawatirkan percaya bahwa Natal itu seperti sebagaimana kepercayaan umat kristen.
Untuk orang-orang yang paham, saya mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman saya apakah pendeta.
Dia yakin persis bahwa kepercayaan saya tidak seperti itu.
Jadi, kita bisa mengucapkan.
Jadi ada yang berkata bahwa itu Anda bohong. Saya katakan agama membolehkan Anda mengucapkan suatu kata seperti apa yang anda yakini, tetapi memilih kata yang dipahami lain oleh mitra bicara Anda.
Saya beri contoh, Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menuju suatu daerah menemukan atau mengetahui bahwa penguasa daerah itu mengambil perempuan yang cantik dengan syarat istri orang.
Nah, dia punya penyakit jiwa. Dia ndak mau yang bukan istri orang.
Nabi Ibrahim ditahan sama istrinya Sarah.
Ditanya, ini siapa? Nabi Ibrahim menjawab, ini saudaraku. Lepas.
Nabi Ibrahim tidak bohong.
Maksudnya saudaraku seagama.
Itu jalan. Jadi kita bisa saja.
Kalau yang kita ucapkan kepadanya selamat Natal itu memahami Natal sesuai kepercatannya, saya mengucapkannya sesuai kepercayaan saya sehingga tidak bisa bertemu, tidak perlu bertengkar.
Jadi syaratnya BOLEH mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai.
Itu dalam rangka basa-basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu.
Begitu juga dengan selamat ulangtahun, begitu juga dengan selamat tahun baru. Memang kalau kita merayakan tahun baru dengan foya-foya, itu yang terlarang foya-foyanya, bukan ucapan selamatnya kita kirim.
Bahkan, ulama Mustafa Al Zarka’a berkata, ada orang yang menjual ucapan, kartu-kartu ucapan ini, itu BOLEH saja, tidak usah dilarang.
Penggunanya keliru kalau dia melanggar tuntunan agama.
Ada orang sangat ketat dan khawatir.
Itu kekhawtiran wajar kalau orang di kampung, tidak mengerti agama.
Lantas ada yang mengakan kelahiran Isa itu sebagai anak Tuhan dan sebagainya, itu yang tidak boleh.
Kalau akidah kita tetap lurus, itu tidak ada masalah.
Kita ucapkan selamat Natal, di ayat kita ini, sekian banyak ucapan selamat yang dutujukan para Nabi.
Penjelasan Lukman Hakim Saifuddin, Saat Masih Menjabat Menteri Agama
Selain penjelasan para ulama, Lukman Hakim Saifuddin saat masih menjabat sebagai menteri agama, pernah menjelaskan, terdapat dua versi terkait hukum seorang muslim mengucapkan selamat Natal.
Baik pihak yang mengharamkan maupun sebaliknya, mempunyai alasan terkait sikap mengucapkan selamat Natal.
"Tentu kita bisa memahami bahwa kita masyarakat yang beragama. Di kalangan umat IsIam sendiri terjadi keragaman dalam menyampaikan ucapan 'Selamat Natal' kepada saudaranya yang umat Kristiani," kata Lukman usai meluncurkan terjemahan Alquran berbahasa daerah di Jakarta, Rabu (20/12/2017), dikutip dari Warta Kota.
Lukman menambahkan, ada kalangan umat Islam yang mengharamkan muslim menyampaikan ucapan 'Selamat Natal' kepada warga Kristianidengan alasan itu merupakan bentuk pengakuan terhadap kelahiran Yesus Kristus.
"Yang dalam aqidah dan keyakinan umat Islam tentu bukanlah Tuhan sebagai yang diyakini oleh umat Kristiani, sehingga mereka mengharamkannya," ujarnya.
Lebih lanjut Lukman menjelaskan, ada juga kalangan umat Islam yang berpandangan mengucapkan 'Selamat Natal' kepada umat Nasrani tidak haram; diperbolehkan; karena merupakan ucapan selamat atas kelahiran Nabi Isa AS.
"Jadi yang dipersepsikan dalam peringatan Natal itu Nabi Isa AS, yang jangankan terhadap nabi, terhadap orang tua, anak kita dan saudara kita, setiap tahun merayakan hari ulang tahunnya.
Apalagi terhadap seorang nabi yang itu adalah Nabi Isa, tentu ini tidak hanya semata boleh, tapi dianjurkan," ujar Lukman.
Saat itu Lukman Hakim mengharapkan pihak yang mengharamkan ucapan 'Selamat Natal' bisa memahami pihak lain yang memperbolehkan.
Hal itu demi mempertahankan hubungan persaudaraan antara sesama saudara sebangsa dan sesama manusia.
Hanya saja, Lukman menegaskan, umat Islam sepakat mengenai tidak diperbolehkannya mempraktikkan ritual perayaan Hari Natal.
"Jadi yang dilarang itu adalah melakukan ritual keagamaannya, peribadatannya. Tapi kalau ucapan 'Selamat Natal' itu terjadi keragaman dan dengan adanya keragaman ini mudah-mudahan kita bisa saling memahami," kata dia.(*)
Sebagian Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Soal Muslim Ucapkan Selamat Natal, Begini Jawaban Quraish Shihab, Ustadz Abdul Somad & Adi Hidayat, https://jabar.tribunnews.com/2019/12/23/soal-muslim-ucapkan-selamat-natal-begini-jawaban-quraish-shihab-ustadz-abdul-somad-adi-hidayat?page=all.