Rumah Pasung OGDJ Baomekot Dialihkan ke Bola, Sikka

Penantian sanak keluarga Germanus, orang dengan gangguan jiwa ( OGDJ) asal Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Pulau Flores

Rumah Pasung OGDJ Baomekot Dialihkan ke Bola, Sikka
POS-KUPANG.COM/Seminari St. Kamilus-Maumere
Rektor Seminari St. Kamilus, Romo Andi, MI, mengunjungi Germanus, OGDJ di Kecamatan Bola, sebelah selatan, Kota Maumere, Pulau Flores, Kamis (19/12/2019). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Penantian sanak keluarga Germanus, orang dengan gangguan jiwa ( OGDJ) asal Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Pulau Flores mendapatkan tempat tinggal yang nyaman akhirnya terjawab.

Biara St.Kamilius Maumere, membangun rumah bebas pasung kepada Germanus. Rumah yang ke-33, semula telah dijatahkan kepada Yohanes, OGDJ asal Desa Baomekot, namun saudara kandung Yohanes menolak rumah tersebut dibangun di samping rumah induk orangtuanya.

Ia menghendaki bantuan rumah bebas pasung didirikan di samping rumahnya. Meski Yohanes mengalami ganguan jiwa hampir 20-an tahun, hanya mamanya, Maria Buko (83) yang mengurusnya. Maria Buko dan cucunya telah sepakat dibangun di samping rumah induk.

Masyarakat Jangan Resistensi dengan TNI

"Kami kecewa juga, tidak bisa memenuhi harapan mama Maria Buko. Kamu utamakan keselamatan keluarga mereka," ujar Rektor Seminari St.Kamilus, Romo Andi, MI, kepada pos-kupang.com, Kamis (19/12/2019).

Romo Andi mengatakan, bahan-bahan bangunan telah dialihkan kepada OGDJ, Germanus di Bola. Germanus dipasung tiga kali dalam 10 tahun terakhir.

"Mama (Maria Buko) dan keponakan Yohanes tentunya kecewa sekali. Menurut mereka, kakak kandung Yohanes, tidak pernah memperhatikan Yohanes selama belasan tahun sakit jiwa," ujar Romo Andi.

Pupus Harapan OGDJ di Sikka Tempati Rumah Bebas Pasung

Ketika ada bantuan rumah bebas pasung, mereka sangat bahagia dan mengharapkan Yohanes bisa lepas dari pasung.

"Tapi sekarang, mereka kecewa dan tak bisa berbuat apa-apa. Hanya pasrah, apa yg bisa dilakukan selanjutnya. Mereka masih mengharapkan sekali supaya kapan-kapan rumah itu masih bisa dibangun," ujar Romo Andi.

Padahal minggu lalu, mama Maria Buko menangis haru ketika mengetahui bahwa anaknya akan dibuatkan rumah bebas pasung. Namun saat ini, air mata bahagia itu berubah menjadi air mata kekecewaan.

Romo Andi mengakui kecewa dan ada rasa iba terhadap Yohanes dan mamanya. Namun, dia memutuskan untuk membatalkan pembangunan rumah Yohanes demi menjaga kedamaian dan menjauhkan perpecahan di keluarga besar Yohanes.

"Rumah bebas pasung ke -33 akan dialihkan ke pasien lain yang masih siap menantikan gilirannya," tandas Romo Andi.

Menurut Romo Andi, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Puskesmas Hewokloang dan Kepala Desa Baomekot memediasinya.

" Kita tunggu keputusannya," imbuh Pater Andi. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved