Public Service Pos Kupang

Razia Makanan di Kios dan Toko di TTS, Ini Kata Camat Amanuban Selatan

Baca Public Service Pos Kupang razia makanan di kios dan toko di TTS, dan kata Camat Amanuban Selatan

Penulis: PosKupang | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Fitronela Funu sedang menjaga anaknya Niken Ndun yang menjadi korban kasus keracunan makanan usai mengkonsumsi biskuit di Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Sabtu (7/12/2019). 

Baca Public Service Pos Kupang razia makanan di kios dan toko di TTS, dan kata Camat Amanuban Selatan

POS-KUPANG.COM - Selamat Siang Pos Kupang Kasus keracunan makanan yang telah terjadi beberapa kali di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Kasus terakhir yang terakhir yang terjadi di Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, pada Jumat (6/12/2019) sore sebenarnya sudah sangat jelas pemicunya.

Sebab, kasus keracunan yang menimpa enam orang anak itu berawal dari keinginan mereka menikmati biskuit yang dibeli di kios di desa tersebut. Setelah mereka menikmati biskuit tersebut anak-anak tersebut mengalami pusing dan muntah-muntah. Anak-anak tersebut membeli biskuit S di kios milik Mia Antonis.

Menyelamatkan Uang Negara

Usai mengkonsumsi biskuit tersebut, para korban langsung merasa mual-mual dan langsung muntah.

Melihat kasus yang terakhir ini semestinya pemerintah kecamatan harus gesit mengusut dan menelusuri. Apalagi pemicunya sudah diketahui pasti yaitu biskuit yang dijual di kios.

Saya berharap pemerintah Kecamatan Amanuban Selatan segera melakukan pengawasan dan razia berbagai jenis makanan yang dijual di berbagai kios dan toko- toko di kecamatan tersebut. Jangan tunggu jatuh korban lagi baru hiruk pikuk mencari penyebabnya.

Di Ujung Tahun 2019

Selain itu, kepada pemerintah Kabupaten TTS saya berharap agar memerintahkan seluruh camat dan kepala desa di TTS untuk segera melakukan razia makanan di desanya masing-masing.

Sebab, saya sangat yakin kasus makanan kedaluwarsa di di Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan juga terjadi di desa-desa lain di TTS. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru seperti sekarang ini, banyak pedagang yang mau mencari keuntungan pribadi dengan menjual makanan yang sudah kedaluwarsa. Saya sangat berharap pemerintah segera melakukan razia ke kios dan toko-toko di Kabupaten TTS bahkan seluruh NTT.

Terima kasih
G Abineno
Warga TTS

Tanggapan

Gelar Razia Makanan Ekspayer

Forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Amanuban Selatan (Amsel), Senin (9/12/2019) melakukan rapat bersama di kantor Kecamatan guna merespon kasus keracunan makanan yang terjadi Desa Pollo Jumat lalu. Pasalnya, kuat dugaan, kasus keracunan tersebut dipicu makanan kedaluwarsa.

Forkopimcam Amanuban Selatan bersama unsur Puskesmas, Peternakan, BKKBN dan PKK Kecamatan Amanuban Selatan menggelar pertemuan untuk merancang pelaksanaan razia makanan dan minuman kemasan yang sudah kedaluwarsa.

Dalam rapat tersebut, disepakati jika razia akan digelar mulai Kamis esok. Dalam razia tersebut yang menjadi target razia adalah kios, toko dan pasar yang menjual makanan dan minuman kemasan yang sudah kedaluwarsa.

Selain menggelar razia, dalam kesempatan tersebut Forkopimcam juga akan menghimbau para pemilik kios dan toko agar lebih memperhatikan barang dagangannya agar tidak menjual barang yang sudah kedaluwarsa.

Jika kedapatan menjual barang kedaluwarsa, maka barang tersebut akan disita untuk selanjutnya dimusnahkan.

Kamis kita sisir kios-kios dan toko-toko yang menjual sembako. Jika kita dapati adanya sembako yang ekspayer maka akan kita sita. (din)

Jhon Asbanu
Camat Amanuban Selatan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved