Breaking News:

Ini Alasan Keluarga Korban Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Lembata Tempuh Proses Hukum

Ini alasan Keluarga Korban penganiayaan Anak dibawah umur di Lembata tempuh proses hukum

Kompas.com/ERICSSEN.
Ilustrasi penganiayaan anak-anak 

Ini alasan Keluarga Korban penganiayaan Anak dibawah umur di Lembata tempuh proses hukum

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Setelah masalah penganiayaan anak di bawah umur ini ditangani Polres Lembata dan mencuat ke publik, Mahmud Doni, ayah dari korban penganiayaan tersebut mengungkapkan kalau pihak keluarga terduga penganiaya, Abdullah Syukur Wulakada, sudah banyak melakukan pendekatan terhadap dirinya dan keluarga untuk berdamai dan mengharapkan kasus ini tak lanjut proses hukum.

Namun pihaknya tetap bersikukuh supaya kasus penganiayaan yang menimpa anak sulungnya, MRS (17) tetap diproses hukum.

Diduga Korupsi Dana Desa, Jaksa Tahan Dua Kepala Desa dan Satu Bendahara

Menurut dia, niat dan kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan sudah ada malam setelah penganiayaan.

Saat itu, kedua belah pihak juga sudah bertemu di Polres Lembata. "Waktu malam di kantor polisi, polisi tanya mau lanjut secara keluarga atau proses. Pada malam itu kita sempat katakan untuk selesaikan secara kekeluargaan. Anak saya juga sudah omong untuk selesaikan secara kekeluargaan. Dua kali saya katakan untuk selesaikan secara kekeluargaan saja. Tapi justru dari pihak keluarga Wulakada tidak ada respon untuk urus secara kekeluargaan dan cuek saja. Sekarang sudah jadi begini baru datang ke kami untuk urus secara kekeluargaan," kata Mahmud ditemui di kediamannya, Kamis (5/12/2019).

SMK Pelayaran Kupang Lantik 50 Calon Taruna-Taruni, Viktor Laiskodat Beberkan Kekayaan Laut NTT

Menurut dia, niat baik keluarga untuk berdamai sudah ada sejak awal kejadian tapi dia menyesal karena pada momen itu anaknya justru dianiaya dan dikeroyok secara keji.

Sampai saat ini, ungkap pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini, akibat penganiayaan ini, MRS tidak bisa mengikuti ujian sekolah karena masih menderita sakit pada sekujur tubuhnya. Anaknya masih mengeluh sakit pada bagian hidung dan kepala. "Kita bersyukur Tuhan Lewotana masih jaga anak kami, tidak sampai mati," tegasnya.

Terkait laporan balik terhadap anaknya, Mahmud Doni menyatakan tak gentar terhadap laporan balik adanya dugaan persetubuhan anak yang dilakukan anaknya, MRS (17) sebagaimana yang dilaporkan di Polres Lembata Rabu kemarin juga.

Kalau mau lapor balik, sebut Mahmud, pihak keluarga juga bisa melapor lagi soal dugaan pencemaran nama baik. Pasalnya, pada malam kejadian itu anaknya justru dituduh mencuri ponsel milik SA tetapi setelah ditelusuri polisi tuduhan itu tidak bisa dibuktikan karena ponsel itu disimpan oleh SA.

"Saya siap anak saya diperiksa tapi jangan sendiri-sendiri, hadirkan juga SA bersama orangtua," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Keluarga Abdullah Syukur Wulakada, oknum yang diduga menganiaya anak di bawah umur mendatangi Polres Lembata dan melapor balik korban yang dianiaya, MRS (17) atas dugaan persetubuhan anak. Laporan ini diterima pihak kepolisian pada Rabu (4/12/2019).

MRS diduga melakukan aksi persetubuhan terhadap SA (15), putri dari Syukur. Istri Syukur, yang juga turut dilaporkan atas kasus penganiayaan terhadap MRS, mendatangi Polres Lembata sekitar pukul 15.00 Wita bersama anaknya SA dan keluarga. Turut mendampingi mereka kuasa hukum Emanuel Belida Wahon, SH.

Dalam keterangan media yang diterima Pos Kupang pada hari yang sama, Wahon yang mendapat kuasa dari ibu SA membenarkan adanya laporan persetubuhan anak yang menimpa putri semata wayang oknum ASN di Lingkup Setda Lembata tersebut.

"Kami diminta oleh keluarga besar Wulakada dan Bethan untuk mendampingi anak Korban SA (15) guna mengadukan hal ini ke Polres Lembata," jelas Wahon. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved