Di Nagekeo Saat Terima Beras Warga Gunakan Anyaman Lokal, Simak Liputannya!

Di Nagekeo saat terima beras warga gunakan anyaman lokal, simak liputannya!

Di Nagekeo Saat Terima Beras Warga Gunakan Anyaman Lokal, Simak Liputannya!
ISTIMEWA
Anyaman yang digunakan warga saat menerima beras di Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Jumat (6/12/2019). 

Di Nagekeo saat terima beras warga gunakan anyaman lokal, simak liputannya!

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah warga tiga desa di Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo telah menerima Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT).

Penerimaan BPNT didampingi oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Carlos Geni Gani.

Pembayaran Jasa Dokter Spesialis Kebidanan di RSUD Waingapu Berdasarkan Pendapatan Rumah Sakit

Tiga desa yang menerima BPNT yaitu Desa Totomala 71 KK, Tendatoto 85 KK dan Tenda kinde 32 KK.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Carlos Geni Gani, menjelaskan, warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulan Pemerintah alokasikan anggaran 110.000 rupiah per KK bagi Keluarga Penerima Manfaat.

Dana tersebut ditransfer langsung ke nomor rekening penerima (Kartu Keluarga Sejahtera) dan setiap bulan didampingi oleh pendamping PKH/BPNT.

Co-Pilot Yannik Asal Afrika Selatan Sesak Napas, Susi Air Mendarat Darurat di Dili, Timor Leste

"Dana yang ditransfer tidak bisa di ambil tunai, dana tersebut tukar menjadi dalam bentuk beras atau telur ayam. Beras dan telur ayam sesuai dengan harga pasar," ujar Carlos, kepada POS-KUPANG.COM di Mbay Jumat (6/12/2019).

Menurut Carlos Keluarga PKM wajib datang dengan membawakan anyaman lokal untuk menyimpan beras dan telur. Tidak boleh membawa plastik agar mengurangi penggunaan sampah plastik.

"Di Wolowae BPNT agak unik, KPM di minta untuk diet sampah. Saya mewajibkan untuk pengambilan beras menggunakan keranjang lokal seperti, Sobha, Ipe, Sode," ujar dia.

Sementara pemilik kios Dandi, Kamaria, mengatakan dalam pelaksanaan BPNT tidak ada kendala karena sebelum penyaluran pendamping PKH melakukan pertemuan untuk kebutuhan PKM.

"Jadi pak Carlos beritahu jumlah kebutuhan, jadi kami siapkan stok sesuai kebutuhan. Beras kami ambil beras bagus, bulan ini beras saya ambil dari Mbay," ujar Kamaria.

Warga Wolowae, Marselinus Lidi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Dan wadah yang digunakan untuk menyimpan beras sangat simpel dan bukan plastik.

Marselinus mengaku mulai dari hal sederhana dilakukan agar tidak menggunakan plastik. Ada anyaman lokal yang sangat bagus untuk menyimpan beras. Alat dan bahan mudah diperoleh dan warga sendiri yang membuat anyaman itu.

"Kami kali ini beras bagus sekali. Anak-anak kami juga sekolah dengan baik, kalau anak kami alpa biasanya pak Carlos datang jenguk. Berteman dengan kami hingga anak kami semangat bersekolah. Pemerintah perhatikan betul kami, anak saya kalau tanpa PKH mungkin tidak bisa sekolah. Anak saya pertama Sekolah Teknik Ndona Ende kelas 2, yang satu SMA di Wolowae kelas 1, yang dua orang SDK Wolowajo. Terima kasih pemerintah," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved