Kamis, 9 April 2026

Kegiatan Pesparani Perdana di Ngada, Ini Pesan Bupati Soliwoa

-Bupati Ngada Paulus Soliwoa secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani ( PESPARANI) I Tingkat Kabupaten Ngada.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana penutupan Pesparani I Kabupaten Ngada di Aula Jhon-Thom Bajawa Kabupaten Ngada, Rabu (4/12/2019) malam. 

Kegiatan Pesparani Perdana di Ngada, Ini Pesan Bupati Soliwoa

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Bupati Ngada Paulus Soliwoa secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani ( PESPARANI) I Tingkat Kabupaten Ngada.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Jhon-Thom Bajawa, Senin (2/12/2019) hingga Rabu (4/12/2019).

Kegiatan yang diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Vikep Bajawa Romo Yoseph Daslan Moang Kabu Pr di Gereja St.Yoseph Bajawa didampingi sejumlah imam konselebran.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan Pesparani adalah pesta paduan suara gerejani.

Kata Pesta dimaksudkan sebagai kegiatan yang bersifat perayaan ritual kristiani yang pada saat-saat tertentu wajar diadakan sebagai pernyataan iman yang bersifat rohani.

"Pesparani adalah Pesta Iman yang merupakan bentuk ibadah syukur dan puji-pujian kepada Allah yang telah menyatakan diri-Nya di dalam Yesus Kristus Tuhan kita. Pesparani adalah salah satu bentuk kegiatan kerohanian yang sekaligus memperhatikan, menghargai dan mendorong pengembangan seni budaya yang bernafaskan keagamaan," ujar Soliwoa.

Lanjut Soliwoa, dalam kegiatan pesta paduan suara gerejani, hal yang diperlombakan adalah unsur perbandingan mutu menyanyi paduan suara, bukannya kompetisi yang saling menjatuhkan.
Kelebihan salah satu kelompok hendaknya menjadi pendorong bagi kelompok lainnya untuk meningkatkan mutu nyanyian dan paduan suara.

Dengan demikian, Pesparani tidak sekedar bernyanyi untuk berlomba, tetapi harus diarahkan kepada tujuan utama yaitu memuliakan nama Tuhan melalui segala tingkah laku dan kerjasama yang mencerminkan persekutuan umat Kristen yang berdasarkan kasih.

"Pesta Paduan Suara Gerejani sebagai usaha peningkatan hidup beragama melalui kesenian yang bernafaskan keagamaan Kristen.
Pesparani digagas dalam bentuk lomba antar paduan-paduan suara antar sesama gereja dalam suatu wilayah gereja tertentu atau ruang lingkup daerah tertentu. Pesparani sebagai salah satu bentuk upaya peningkatan hidup beragama melalui kesenian yang bernafaskan kekristenan, harus menjadi bagian dari upaya-upaya mendukung budaya bangsa yang beraneka ragam dan diharapkan akan turut mendorong kesadaran ke arah pentingnya memuji Tuhan dengan berbagai bentuk seni seperti menyanyi dan bermusik," ujar Soliwoa.

Soliwoa mengatakan Pemerintah memandang kegiatan pesparani merupakan kegiatan bersama yang saling membantu dengan penuh rasa saling hormat menghormati, sesuai dengan sifat bangsa Indonesia yang sosialis religius.

Soliwoa mengatakan dari sudut pandang kepentingan nasional yang diusung oleh Departemen Agama, Pesparani adalah bagian dari pembinaan mental spiritual umat beragama Kristen dalam rangka perwujudan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, pelaksanaan Pesparani merupakan wujud nyata keikutsertaan dalam Pembangunan Nasional.

"Melalui pesta ini, keikutsertaan kita harus mampu memancarkan nilai-nilai kebersamaan dan tali persaudaraan terhadap sesama umat manusia serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di tengah-tengah kebhinekaan dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Soliwoa mengatakan Pemerintah Kabupaten Ngada, memberikan dukungan dan apresiasi yang sangat tinggi kepada kegiatan ini.

"Dan saya atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Ngada, berterimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada saudara dan saudari sekalian, sebagai anggota paduan suara Pesparani dari 15 Paroki dan 1 Quasi Paroki yang ada di Kabupaten Ngada," ujar dia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved