Rabu, 22 April 2026

Kegiatan Pesparani Perdana di Ngada, Ini Pesan Bupati Soliwoa

-Bupati Ngada Paulus Soliwoa secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani ( PESPARANI) I Tingkat Kabupaten Ngada.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana penutupan Pesparani I Kabupaten Ngada di Aula Jhon-Thom Bajawa Kabupaten Ngada, Rabu (4/12/2019) malam. 

Soliwoa mengharapkan agar seluruh Tim Anggota Paduan Suara Pesparani dari setiap Paroki di Kabupaten Ngada untuk dapat menjaga sportifitas dan prinsip ksatria.

Seluruh pihak yang berkompeten baik pendamping, pelatih maupun anggota paduan suara hendaknya harus siap menang dan siap kalah dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Nilai-nilai sportifitas, solidaritas, toleransi, rela berkorban, kejujuran, fairplay, kerendahan hati, berani mengakui kesalahan, menerima kekalahan adalah nilai-nilai yang perlu kita hidupi dan praktekan.

Sebelumnya Vikep Bajawa Romo Yoseph Daslan Moang Kabu Pr dalam homilinya ketika memimpin perayaan pembukaan Pesparani Kabupaten Ngada mengatakan pesparani yang diselenggarakan terlebih sebagai ungkapan sukacita untuk memuji Tuhan lewat lagu dan Mazmur dan bertutur tentang sabda Tuhan.

Ia mengatakan mengikuti pesta ini dalam nuansa dan ada sukacita karena bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk orang lain untuk gereja untuk bangsa dan memberi dari apa yang dimiliki oleh talenta yang ada.

Ia mengunkapkan dalam kesederhanaan Dan kerendahan hati berarti mengikuti pesta paduan suara ini tanpa diberi stempel Superioritas dan pesta satu ini tidak sekedar lomba dengan mendapat target nomor satu sehingga harus mempunyai ambisi yang berlebihan untuk menjadi yang terbaik sehingga sampai harus merendahkan yang lain. 

Sebaliknya menerima dan mengakui itulah kemampuan dan potensi yang dimiliki tanpa harus membanding-bandingkan dengan potensi orang lain.

Di TTS Ada Pelamar CPNS Tenaga Kesehatan Yang Tak Sertakan STR

Herman Man Blusukan di Pasar Kasih Naikoten, Apa Saja Temuannya?

"Pesparani harus menjadi ajang untuk membangun dan memantapkan persaudaraan Kristiani tidak hanya persaudaraan inter antara produk-produk antar umat Katolik tetapi persaudaraan berwawasan kebangsaan yaitu persaudaraan antar umat beragama," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved