Siswi SMK 20 Desember Study Tour di Desa Wisata Fatumnasi

Buku tamu yang digunakan pun itu tidak semua tamu mengisi karena setiap kelompok tamu hanya diwakili satu orang.

Siswi SMK 20 Desember Study Tour di Desa Wisata Fatumnasi
POS KUPANG/ISTIMEWA
Aktivitas siswi SMK 20 Desember di Desa Wisata Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan. 

Lebih lanjut Mateos Anin menjelaskan, kunjungan wisatawan mancanegara di desa Fatumnasi mulai ada sejak tahun 1985 dan 1986 saat itu dirinya menjabat sebagai kepala desa, wisatawan manca negara pertama kali mengunjungi desa Fatumnasi berasal dari Australia bernama Jastin.

Kala itu, kata Mateos, masyarakat belum mengenal Pariwisata sehingga setiap wisatawan yang datang selalu diarahkan ke rumah kepala desa. Masyarakat pun sempat berpikir kalau wisatawan mancanegara itu adalah orang jahat yang biasa di sebut orang pemotong kepala.

Data beberapa tahun terakhir, lanjut Matheos, jumlah wisatawan mancanegara paling banyak berasal dari Italia, sedangkan jumlah totalnya ia belum bisa menjawab karena semua dicatat dalam buku tamu. Buku tamu yang digunakan pun itu tidak semua tamu mengisi karena setiap kelompok tamu hanya diwakili satu orang.

"Saya yang kelola desa wisata Fatumnasi sejak tahun 1985. Sampai saat ini jumlah totalnya pengunjung wisatawan mancanegara belum bisa saya menjawab karena semua dicatat dalam buku tamu, nanti baru kita buka bukunya semua kita hitung, Buku tamu yang digunakan pun itu tidak semua tamu mengisi karena setiap kelompok tamu hanya diwakili satu orang. " ujarnya.

Anin menjelaskan, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi Fatumnasi adalah memiliki padang sabana yang terbentang luas dan indah, merupakan desa wisata berbasis pertanian (agro wisata), pintu masuk menuju cagar alam Gunung Mutis dan menjadi spot wisata di dataran tinggi untuk melihat sunrise di pagi hari.

Melihat ramainya wisatawan manca negara maupun wisatawan lokal yang berkunjung di desa Fatumnasi maka pada tahun 2010 ia mendirikan 4 unit home stay yang di beri nama Lopo Mutis.

Kepala Ombudsman NTT : Jika Tak Miliki Dasar Hukum, Pungutan di PNK Termasuk Pungli

Warga Mbay Ini Terkejut Dapat Hadiah Mobil dari BRI Bajawa

Awalnya home stay yang ia bangun beratap seng, namun sesuai permintaan beberapa turis yang ingin menikmati rumah bulat atau biasa disebut ume kbubu oleh masyarakat setempat dan sesuai pengalaman pelatihan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Universitas Gadjah Mada tahun 2012 maka ia merubah atap seng itu menggunakan atap alang-alang sehingga bangunan home stay Lopo Mutis benar-benar berbasis lokal.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved