Kisah Pekerja Seks Asal Asia di Australia, Rahasiakan Pekerjaan Agar Keluarga dan Teman Tak Tahu

Ini adalah temuan survei yang baru dilakukan dan membuat para peneliti khawatir para perempuan tidak berani melapor saat mereka alami kekerasan

Kisah Pekerja Seks Asal Asia di Australia, Rahasiakan Pekerjaan Agar Keluarga dan Teman Tak Tahu
ABC News: Kathryn Milliss
Sally menolak tawaran bayaran yang lebih besar untuk seks tanpa kondom. 

Kisah Para Pekerja Seks Asal Asia di Australia, Rahasiakan Pekerjaan Agar Tak Diketahui Keluarga dan Teman

POS-KUPANG.COM - Sejumlah perempuan Asia di "rumah bordil murahan" di Sydney harus bekerja secara diam-diam karena takut akan anggapan soal pekerja seks yang buruk, meski menjadi pekerja seks di beberapa negara bagian Australia adalah pekerjaan yang legal.

Ini adalah temuan survei yang baru dilakukan dan membuat para peneliti khawatir para perempuan tidak berani melapor saat mereka alami kekerasan atau serangan.

Mayoritas responden, sekitar 80 persen berasal dari negara-negara berbahasa China dan lebih dari setengahnya pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu.

Beberapa bahkan masih berusaha memenuhi kebutuhan dasar mereka setelah melarikan diri dari hubungan yang berunsur kekerasan.

Hasil survei ini ditulis dalam laporan berjudul 'Working with Migrant Sex Workers in Sydeny's Lower-End Brothels', yang juga disiapkan khusus lembaga BaptistCare HopeStreet untuk program The Drum milik ABC.

Mereka menemukan adanya hubungan yang tinggi antara pengalaman kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu dengan industri seks.

Terungkap juga tiga dari empat pekerja seks meyakini "masyarakat Australia memiliki pandangan soal industri seks yang tidak bisa diubah."

Hanya lima persen perempuan yang nyaman untuk mengaku pekerjaan mereka kepada keluarga dan temannya dan dua persen diantaranya merasa keluarga mereka telah memberikan dukungan.

"Beberapa perempuan dari China merasa nyaman untuk memberi tahu keluarga tentang pekerjaan mereka dan mereka tidak merasa malu, tetapi saya tak seperti itu," kata Sally, mantan pekerja seks yang merahasiakan identitasnya karena ia tak mau keluarganya tahu.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved