VIDEO: Abrasi Sungai Lambanapu, Ancam Lahan Pertanian Warga Kampung Marada. Ini Videonya

VIDEO: Abrasi Sungai Lambanapu Ancam Lahan Pertanian Warga Kampung Marada. Pemerintah dinilai masih apatis karena baru buatkan bronjong di satu lokasi

VIDEO: Abrasi Sungai Lambanapu Ancam Lahan Pertanian Warga Kampung Marada. Tonton Videonya

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – VIDEO: Abrasi Sungai Lambanapu Ancam Lahan Pertanian Warga Kampung Marada. Tonton Videonya

Puluhan rumah dan lahan milik warga di Kampung Marada, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT terancam hilang terkikis oleh air di sungai Lambanapu.

Marthen Pila Hambalati warga Kampung Marada ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Minggu (29/9/2019) mengatakan, akibat abrasinya sungai Lambanapu itu telah menghilangkan kampung Kamaru Djawa dan juga 5 sampai 6 hektar lahan milik warga.

VIDEO: Heboh.Pengendara Terjungkal ke Sisi Jalan Warga Bukan Bantu Malah Mencercanya. Ini Videonya

VIDEO: Mahasiswa Unwira Uji Coba Pola Baru, Produksi Garam dengan Bak Evaporasi. Simak Videonya

VIDEO: Luar Biasa. Penetapan APBD Sumba Timur Tahun Anggaran 2020 Tepat Waktu. Simak Videonya

"Sebenanya  sungai Lambanapu  ini mengalir dibawa kaki bukit Praimadita. Sedangkan di Kamaru Djawa ini ada kampung besar, namanya kampung Kamaru Djawa. Nenek moyang kami dan orang tua kami dulu tinggal di sini. Tapi karena abrasi sungai ini, akhirnya kampung ini hilang. Sebagian besar lahan pertanian kami juga warga hilang. Akhirnya warga pindah tinggal di kampung Marada ini," tutur Marthen.

"Bukan hanya kampung dan lahan hilang, puluhan pohon kelapa, pisang dan tanaman kayu umur panjang milik warga hilang terkena abrasi sungai ini," tambah Marthen.

Marthen mengatakan, kini wilayah rumah dan lahan milik warga di Kampung Marada juga mulai terancam sebab abrasi sungai ini terus bertambah seiring berjalannya waktu.

"Lokasi rumah kami di kampung Marada ini juga terancam, lahan kami juga sudah mulai terkikis oleh abrasinya sungai ini," ungkap Marthen.

Marthen mengatakan, pada tahun 2018, pemerintah telah membangun beronjong di bahu sungai Lambanapu untuk menahan abrasi. Tapi bronjong itu hanya satu titiks aja. Sedangkan sebagian besar pinggir sungai belum ada bronjong sama sekali.

"Kami sangat berharap agar pemerintah terus memperhatikan untuk membangun beronjong pada setiap tahun, karena kami terancam, bahakan lahan kami semakin sempit,"pungkas Marthen.

VIDEO: Heboh. Video Camat Wonogiri Mesum Bikin Gempar Warga. Bupati Pun Memecatnya. Ini Videonya

VIDEO: Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Rektor Unimor. Selamat Jalan Pak Rektor. Ini Videonya

VIDEO: Harga Tanah Semurah Tempe, Pak Jokowi Bilang Ganti Rugi Tapi di Lapangan Lain. Ini Videonya

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu (29/9/2019) terlihat jarak antara rumah penduduk di Kampung Marada dengan sungai Kambaniru hanya sekitar 20 sampai 50 meter. Di tebing sungai tak ada batu hanya tanah berisi hanya dibatasi oleh sejumlah pohon seperti asam dan pohon-pohon umur panjang.

Tampak di dekat area tebing sungai juga sudah mulai retak-retak tanahnya terancam akan terjadi erosi tanah. Hanya tidak terlihat pecah di area beronjong dengannpanjang beronjong itu sekitar 50 meter.

Sedangkan, sebagian lahan milik warga di area itu sudah terlihat jelas terkikis oleh abrasi sungai. Debit air pada sungai juga tanpak besar dan terbagi menjadi dua aliran. (POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Tonton Videonya Di Sini:

Penulis: Robert Ropo
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved