Kepala BPS NTT Darwis Sitorus: NTT Masih Impor Kopi dari Timor Leste

Kata Kepala BPS NTT Darwis Sitorus: NTT masih impor kopi dari Timor Leste

Kepala BPS NTT Darwis Sitorus: NTT Masih Impor Kopi dari Timor Leste
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala BOS NTT, Darwis Sitorus tengan menyampaikan rilis inflasi pada November 2019, di Aula Rapat Kantor BPS NTT, Senin (2/12/2019). 

Kata Kepala BPS NTT Darwis Sitorus: NTT masih impor kopi dari Timor Leste

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) pada Oktober 2019 senilai US $ 1.577.406 dengan volume sebesar 6.563,42 ton mengalami peningkatan sebesar 6,83 persen dari ekspor September 2019 yang sebesar US $ 1.476.553.

Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas sebesar US $ 165.423 dan ekspor non migas senilai US $ 1.411.983.

Lawan Persela Lamongan, Maung Bandung Bakal Turunkan Ahmad Jufrianto, Ini Kata Dokter Persib

Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus, Senin (2/12/2019), mengatakan bila dibandingkan dari Oktober 2018 ke Oktober 2019 ada penurunan sekira 15,51 persen.

Dari US $ 1.867.050 menurun menjadi US $ 1.577.406. Tapi bila dibandingkan dengan September, terjadi peningkatan di ekspor nonmigas 9 persen. Namun untuk migas terjadi penurunan 8,7 persen.

Secara keseluruhan dari September 2019 ke Oktober 2019 ada kenaikan ekspor sebesar 6,83 persen.

Pelatih Persib, Robert Kalah dari Bali United Ganggu Mental Maung Ini Harapan untuk Omid Nazari dkk

Lanjutnya, komoditas ekspor Provinsi NTT Oktober 2019 seluruhnya dikirim ke Timor Leste sebesar US $ 1.577.406. Komoditas terbesar yang diekspor Provinsi NTT pada adalah kelompok komoditas Garam, Belerang, dan Kapur senilai US $ 237.668.

Ekspor menurut Provinsi asal barang totalnya US $ 8.994.154 paling besar ke India, Vietnam, Timor Leste, China dan Pakistan.

"Ke India paling banyak adalah kacang mete dari Flores. Kemudian rumput laut ke China, buah tamarin ke Pakistan, semen hindrolic, jembatan, air mineral, soda, alas kasar, bahan bakar pesawat ke Timor Leste," ujarnya.

Ia juga menjelaskan impor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Oktober 2018 ke Oktober 2019 ada penurunan sebesar 20,19 persen. Namun bila dari dibandigkan September ke Oktober 2019 terjadi kenaikan yang cukup besar 37,46 persen, dari US $ 5.028.457 senilai US $ 6.912.009 dengan volume sebesar 17.748 ton dengan komoditas impor terbesar Bahan Bakar Mineral yang didatangkan dari Malaysia.

Jika membandingkan kumulatif nilai ekspor sebesar US $ 12.734.826 terhadap kumulatif nilai impor sebesar US $58.198.696 maka pada tahun 2019 terdapat defisit sebesar US $ 45.463.870.

"Kita juga mengimpor dari Timor Leste yaitu kopi arabica robusta. Pengusaha NTT masih mengimpor berarti masih lurang bahan untuk diolah dan diekspor. Selain itu kita juga mengimpor sekam dan selaput kopi, kemiri, teh dan rempah-rempah," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved