Pemuda Lintas Agama Lembata Rajut Persaudaraan Dalam Kompetisi Sepakbola

Para Pemuda Lintas Agama Lembata Rajut Persaudaraan Dalam Kompetisi Sepakbola

Pemuda Lintas Agama Lembata Rajut Persaudaraan Dalam Kompetisi Sepakbola
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Wakapolres Lembata, Kompol Alvinus Wabang melakukan tendangan pertama tanda dimulainya Kompetisi Sepakbola Pelita Cup I di Lapangan Polres Lembata, Sabtu (30/11/2019) 

Para Pemuda Lintas Agama Lembata Rajut Persaudaraan Dalam Kompetisi Sepakbola

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sebanyak 30 tim ikut ambil bagian dalam turnamen sepakbola Pemuda Lintas Agama (Pelita) Cup 1 di Lapangan Polres Lembata, Kota Lewoleba, Sabtu (30/11/2019) petang.

Pembukaan turnamen sepakbola yang diselenggarakan oleh Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Lembata ini dibuka secara resmi oleh Wakapolres Lembata, Kompol Alvinus Wabang dengan tendangan kick off perdana.

Hasil Pembahasan Tim Banggar APBD di Sejumlah OPD Sumba Timur Tahun 2020 Naik

Pembukaan turnamen ini dihadiri para pemain dari setiap tim dan ratusan penonton. Adapun semua tim yang ikut dalam kejuaraan ini berasal dari komponen pemuda Katolik, pemuda Kristen, dan para pemuda Islam.

Ketua Pemuda Lintas Agama, Feldin Kelen kompetisi Pelita Cup I adalah turnamen yang punya kekhasan dan keistimewaan karena tujuannya untuk mempererat rasa persaudaraan di kalangan pemuda lintas agama dalam semangat Taan Tou.

Anggota Polres Manggarai dan Calon Istrinya Dikeroyok 4 Warga Leda

"Ini wujud konkrit dari Pelita Cup 1 diselenggarakan. Kita sudah bisa membayangkan output dari turnamen ini," ungkap Feldin.

Menurut dia, ada dua nilai yang membuat kompetisi ini istimewa yakni semangat hidup berbudaya dan beragama.

Dari proses inilah pemuda lintas agama mengadakan turnamen sepakbola lintas orang muda antar agama. Dia meminta para pemain, ofisial dan penonton untuk menjaga persaudaraan.

"Kalau ada masalah di lapangan langsung diselesaikan. Di Lembata ini kita cinta akan toleransi. Tidak ada permusuhan yang ada hanya persaudaraan."

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Wakapolres, Kompol Alvinus Wabang menekankan pentingnya spotivitas pemain, wasit dan penonton.

"Kita semua mengemban fungsi kepolisian bagi diri sendiri. Kalau ada kesalahan harus jalur yang resmi."

Dia juga menggarisbawahi pentingnya persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan antar pemuda lintas agama. Apalagi pertandingan ini dilaksanakan di bulan Desember yang dekat dengan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Haji Isak Sulaiman, mengatakan kompetisi semacam inilah yang mampu merekat persaudaraan, kebersamaan, dan menyatukan semua perbedaan yang ada.

"Kita harus menjaga label agama di belakang kita. Kalau berkelahi juga jangan bawa-bawa nama agama. Sportivitas harus dikedepankan. Tapi jauh lebih penting saat ini adalah sebuah kebersamaan dan persaudaraan. Kompetisi ini jadi pembelajaran penting semua masyarakat NTT," pungkasnya.

Turnamen Pelita Cup I ini akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan dan mendapat dukungan penuh dari Askab PSSI Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved