Labuan Bajo Untuk Rakyat

PRESIDEN Joko Widodo ( Jokowi) punya ekspektasi besar Labuan Bajo menjadi Bali Baru Indonesia bersama dengan Danau Toba, Borobodur, dan Mandalika.

Labuan Bajo Untuk Rakyat
POS-KUPANG.COM/SERVAN MAMMILIANUS
TNK Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. TNK Komodo bakal menjadi destinasi super premium di Indonesia. 

POS- KUPANG.COM - PRESIDEN Joko Widodo ( Jokowi) punya ekspektasi besar Labuan Bajo menjadi Bali Baru Indonesia bersama dengan Danau Toba, Borobodur, dan Mandalika. "Labuan Bajo ini super premium. Ini hati-hati. Saya sudah ingatkan hati-hati. Jangan sampai campur aduk super premium dengan yang menengah bawah," ujar Jokowi saat membuka Kompas 100 CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Sepertinya Presiden Jokowi menyadari betul pariwisata ke depan akan menjelma core economy. Di hari yang sama Menteri Pariwisata, Wishnutama Kusubandio, pun langsung bergerak melihat langsung Labuan Bajo.

Yang menarik, ekspektasi Presiden Jokowi terhadap Labuan Bajo seirama dengan keinginan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat. Dalam beberapa kesempatan, Viktor menyebut Labuan Bajo dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium.

Urgensi Dunia Media Massa yang Sehat

Artinya, wisatawan atau turis asing yang berkantong tebal saja yang disarankan mengunjungi Labuan Bajo. Gubernur Viktor punya alasan tersendiri mengapa ia ingin orang-orang kaya yang datang ke Labuan Bajo.

Sebab kalau hanya untuk melihat yang miskin, menurutnya di NTT juga sudah banyak. Untuk itulah, upaya memoles wajah Labuan Bajo menjadi Destinasi Wisata Super Premium 2020 pun terus digenjot.
Dana Rp 1,7 triliun telah disiapkan untuk 2020, atau lebih besar dari tahun yang ini yang hanya Rp 1,54 triliun. Lima Kementerian pun siap bekerja keroyokan. Kementerian PUPR Rp 979,3 miliar, Kementerian Perhubungan Rp 435,04 miliar, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp 244,74 miliar, Kemendes Rp 21,72 miliar, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Rp 29,23 miliar.

Wacana Amandemen UUD, Hidayat Sebut NasDem Dorong Jabatan Presiden 3 Periode

Kerja keroyokan itu akan ditopang Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo dan Flores yang juga akan jor-joran mempromosikan Labuan Bajo hingga muncul wacana untuk endorse bintang Hollywood, Leonardo DiCaprio.

Harapan besar pun muncul bersamaan dengan rencana pemerintah menjadikan Labuan Bajo Sebagai Destinasi Wisata Super Premium. Kucuran dana yang begitu besar, sejatinya tidak saja akan memanjakan mata wisatawan berkantong tebal pada akhirnya.

Namun juga punya konstribusi nyata bagi negara berupa devisa, bagi pendapatan daerah berupa pajak dan retribusi, dan yang jauh lebih penting adalah perekonomian masyarakat sekitar ikut terkerek naik.
Predikat prestisius akan jadi pepesan kosong, jika masyarakat setempat hanya jadi penonton. Bukankah ujung dari pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat? Karena itulah, pengembangan dan pengelolaan Labuan Bajo harus benar-benar memperhatikan aspek keberpihakan pada rakyat.
Pemerintah harus memberi ruang bagi masyarakat Labuan Bajo untuk menjadi subjek dari predikat Destinasi Wisata Super Premium. Kerajinan tangan, industri kreatif, adat budaya tradisi, local wisdom, usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), mestinya menjadi paket lengkap dalam menjual Labuan Bajo.

Di banyak tempat, kita menyakini bahwa pariwisata memiliki multiplier effect. Bahkan ia menjadi triger bagi lahirnya growth center sektor lain, baik yang terakit erat dengan pariwisata maupun tidak.
Tentu, kita berharap genderang yang telah ditabuh Pemprov NTT untuk menjadikan pariwisata sebagai prime over, benar-benar terwujud. Bahkan pada akhirnya, tidak hanya Labuan Bajo yang tumbuh, tetapi juga pariwisata NTT secara keseluruhan. Semoga! (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved