Breaking News
Kamis, 28 Mei 2026

Sosok Petani Muda NTT, Meybi Agnesya Lomanledo Populerkan Daun Kelor

Inilah sosok petani muda Provinsi NTT, Meybi Agnesya Lomanledo populerkan daun kelor

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Meybi Agnesya Lomanledo (baju hitam) ketika memberikan Seminar tentang pentingnya manfaat daun Kelor di Kampus Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang, Kamis (28/11/2019) 

Inilah sosok petani muda Provinsi NTT, Meybi Agnesya Lomanledo populerkan daun kelor

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Berawal dari keprihatinannya terhadap permasalahan gizi buruk di tanah Timor, Meybi Agnesya Lomanledo, memutuskan untuk kembali pulang ke tanah kelahirannya dan menjadi petani.

Berbekal dengan pengetahuannya ketika merantau, kini Meybi mantap mengolah bisnis yang mengelolah daun kelor menjadi coklat yang digemari oleh kalangan kelas menengah atas.

Tangis Keluarga Pecah Saat Melihat Jenazah Edmundus Dan Melkianus

Hal ini disampaikan ketika wanita yang akrab disapa Meybi ini memberikan seminar bertajuk 'Get aready To Be a Young Pharmapreneur' di Kampus Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang, yang diikuti para Mahasiswa dan sebagian siswa SMA, Kamis (28/11/2019).

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM dari mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unwira, Engelbertu Useng Kalu, Meybi dalam pemaparan maternya begitu bersemangat dan interaktif.

Meybi mengakui, mulai menggeluti usaha bisnisnya ini sejak awal Januari 2018 dan lebih memfokuskan pada pengusaha sosial yang tujuan bisnisnya bukan berdampak pada dirinya saja, tetapi lebih kepada kepentingan banyak orang.

Sosok Rektor Unimor Arnoldus Klau Berek Dimata Ketua BEM Yasintus Bria

"Kalo mau jadi pengusaha sosial atau sosial bisnis itu bisnisnya harus berdampak pada sosial, seorang pebisnis yang baik dan benar ketika memulai bisnis itu harus pertama-tama melihat peluang, peluang itu tidak dari pasar tetapi niat dari teman-teman sendiri, kemudian melihat potensi yang ada dalam diri teman-teman," ungkapnya.

Meybi menambahkan, tujuan utama memulai bisnis ini hanya untuk mensejahterahkan para petani kelor yang ada di NTT, serta menaikkan harga jual dari daun Kelor yang selama ini dijual murah di pasaran.

"Hal sederhana petani di pasar jual daun kelor di pasar satu ikat itu hanya Rp 5 ribu, sedangkan yang saya jual ini Rp 30 ribu atau 6 kali lipat, saya hanya ingin membuat perubahan terutama untuk petani Kelor, dan prosesnya itu sangat sederhana daun kelornya itu dipetik kemudian dikeringkan di lemari pengering kemudian dikemas dan dijual, bahkan biji kelor yang biasa teman-teman liat di sekitar rumah yang dibuang-buang itu harganya sangat mahal, saya jual biji kelor di Jakarta itu perbungkus 50 ribu teman-teman" jelasnya.

Wanita yang juga duta Petani untuk NTT ini mengatakan, kualitas daun Kelor di NTT adalah terbaik nomor 2 di dunia setelah Spanyol, sehingga dia berharap agar anak muda lebih jelih melihat peluang yang ada di sekitar kita, serta memulai untuk terbiasa mengkonsumsi daun Kelor sebab daun Kelor mengandung banyak sekali Nutrisi yang dibutuhkan tubuh serta dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Di akhir acara ia berpesan kepada anak muda untuk jangan takut memulai sesuatu usaha, dengan menggunakan tema, Mari terus berkarya, terus berusaha, mari terus menginspirasi, menjadi Tuhan di tanah sendiri. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved