Bayi Raikal Tamonob Korban Angin Kencang di Oebelo Kupang Ditangani Dua Dokter

Bayi Raikal Tamonob korban angin kdi Oebelo Kabupaten Kupang ditangani dua dokter

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Bayi korban bencana angin kencang dari Oebelo Kabupaten Kupang tengah digendong ibunya di ruang UGD, Rumah Sakit SK. Lerik Kota Kupang, Senin (25/11/2019). 

Bayi Raikal Tamonob korban angin kdi Oebelo Kabupaten Kupang ditangani dua dokter

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Raikal Tamonob bayi berusia enam bulan korban bencana angin kencang di Oebelo Kabupaten Kupang, saat ini tengah dirawat oleh dua dokter sekaligus yakni dokter bedah dan dokter anak di Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang.

Raikal dilarikan ke Rumah Sakit SK. Lerik kemarin, Minggu (24/11/2019) petang usai ia diterbangkan angin kencang sejauh 40 Meter dari rumahnya.

Dandim Manggarai Ingatkan Anggota Harus Jadi Contoh di Masyarakat

"Dia masih dalam perawatan oleh dokter bedah dan dokter anak," ujar Direktur RS. SK. Lerik, Lily Halek saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Senin (25/11/2019) malam.

Dia jelaskan, penanganan terhadap Raikal baik dan berjalan lancar. "Kita terus berikan perawatan intensif. Kondisinya membaik dan kita harapkan kondisinya terus membaik dan stabil," katanya.

Ditanya apakah ada benturan keras yang bisa berdampak buruk pada Raikal, Lili katakan, saat ini pihaknya tengah melakukan observasi lebih lanjut.

Pastoran Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo Bersama Komunitas Sepekita Bagikan Paket Sembako

Diberitakan sebelumnya, bayi bernama Raikal Tamonob yang baru berusia enam bulan kini tengah mendapat perawatan oleh pihak medis Rumah Sakit SK. Lerik Kota Kupang, Minggu (24/11/2019).

Bayi dari pasangan Ade Tamonob dan Otilia Gracia Gomez ini dilarikan ke RS. Lerik usai ia diterbangkan angin kencang sejauh 40 meter di rumahnya di RT 22, Oebelo, Kabupaten Kupang, sore tadi.

Pantauan POS-KUPANG.COM, saat ini dokter dan perawat ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Lerik tengah memasang infus di tangan bayi malang tersebut. Ia terus menangis saat proses pemasangan infus.

Dokter Danio Bunda, selaku dokter jaga UGD, kepada POS-KUPANG.COM terkait kondisi Raikal, mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan bersama dokter bedah.

Menurutnya, ada benturan di kepala Raikal. "Kita akan periksa dan teliti dengan baik, terutama di bagian kepalanya," ungkapnya, singkat.

Usai dipasangi infus, Otilia, ibu Raikal langsung menggendong dan menyusui bayinya itu. Raikal pun perlahan-lahan lelap dalam pelukan ibunya. Otilia dan Raikal didampingi oleh beberapa orang keluarga mereka di UGD.

Pritilia Gomez, adik kandung Ibu Raikal, kepada POS-KUPANG.COM, menuturkan, Raikal, diterbangkan angin sejauh kurang lebih 40 Meter dari rumah mereka.

"Saat itu angin datang tiba-tiba, kami semua bingung. Setelah itu kami dan ibunya cari Raikal, dan kami temukan dia di rumah tetangga," katanya.

Melihat kondisi Raikal, yang terus menangis, keluarga pun bergegas menyewa pik up untuk mengantar Raikal ke RS. Lerik.

"Kami langsung cari pik up dan bergegas ke rumah sakit, pokoknya kami hanya ingin Raikal selamat," ujarnya.

Sementara itu, ibu Raikal, tidak banyak bicara, ia fokus mendekap dan menyusui putra ke tiganya itu.

"Saya tidak ingat persis seperti apa kejadiannya. Kejadiannya cepat sekali. Saya hanya ingin Raikal bisa dirawat dengan baik dan sehat sehingga bisa pulang ke rumah lagi," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved