Nenek 80 Tahun di Belu Tinggalkan Rumah, Selang Beberapa Saat Dapurnya Ludes Dilalap Api

Beruntung kesigapan warga dan TNI berhasil memadamkan api sehingga api tidak merambat sampai ke rumah besar dan rumah-rumah warga

Nenek 80 Tahun di Belu Tinggalkan Rumah, Selang Beberapa Saat Dapurnya Ludes Dilalap Api
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Beberapa personil Pos Maubusa Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ dan warga saat memberikan peneguhan kepada pemilik rumah, nenek Lutfiana Moro yang dapurnya terbakar Sabtu malam (24/11/2019). 

Nenek 80 Tahun di Belu Tinggalkan Rumah, Selang Beberapa Saat Dapurnya Ludes Dilalap Api

POS- KUPANG.COM| ATAMBUA--Nenek Lutfiana Moro (85), warga Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu terkejut ketika melihat dapurnya terbakar.

Kebakaran itu terjadi sesaat nenek Lutfiana tinggalkan rumah sementara api di dapur tidak dipadamkan.

Diduga api yang masih hidup di dapur merambat ke barang-barang mudah terbakar yang ada di dekat tungku sehingga terjadi kebakaran. Ditambahkan lagi angin membuat api cepat merambat dan dapur milik nene Lutfiana ludes terbakar.

Informasi kebakaran ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ, Minggu (24/11/2019). Dansatgas mendapat laporan dari Danpos Maubusa yang ikut membantu memadamkan api.

"Kebakaran terjadi di salah satu rumah warga yang tinggal di Dusun Makerekbadaen, Desa Asumanu. Kebakaran disebabkan karena Nenek Lutfiana Moro (85) yang tinggal seorang diri sedang memasak nasi kemudian meninggalkannya," ungkap Letkol Ikhsanudin.

Sesuai informasi yang dihimpun, sebelum kejadian itu, nenek Lutfiana Moro memasak nasi di dapur. Lalu, sang nenek meninggalkan rumah tanpa memadamkan api di dapur. Kuat dugaan, saat nenek Lutfiana tinggalkan rumah, api merambat barang-barang di dekat tunggu sehingga terjadi kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun sang nenek mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta.

Menurut Dansatgas Personil Pos Maubusa mendegar teriakan warga meminta tolong karena ada kebakaran. Mendengar teriakan itu,
Danpos Maubusa memerintahkan anggotanya sebanyak lima orang untuk membantu memadamkan api bersama warga setempat.

Beruntung kesigapan warga dan TNI berhasil memadamkan api sehingga api tidak merambat sampai ke rumah besar dan rumah-rumah warga tetangga.

Serda Zulkarnaen Sitepu mengatakan, personil TNI dari Pos Maubisa bersama warga berusaha sekuat tenaga untuk memadamkan api dan upaya itu berhasil sehingga api tidak merambat luas.

Atas peristiwa itu, TNI memberikan himbuan kepada warga agar waspada saat menghidupkan api di dapur. Bila ingin tinggalkan rumah diharapkan untuk mengecek kembali api di dapur karena di musim kemarau sangat rentan terjadi kebakan. Apalagi atap dan dinding rumah warga terbuat dari bahan ramah api seperti daun lontar dan alang-alang.

Kepala Desa Asumanu, Gervasius Bau mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut menjadi pembelajaran bagi warga untuk selalu waspada saat menghidupkan api baik di dapur maupun di lingkungan sekitar. Pasalnya, saat ini sering terjadi angin. Percikan api sedikit saja bisa memicu kebakaran karena ditambah angin.

Tangisan Bayi Hantarkan Keluarga Temukan Raikel Diantara Puing-puing Atap Rumah

Curhat ke Boy William, Penyebar Video Luna Maya - Ariel NOAH Menyeruak, eks Reino Barack Kecewa?

Kisah Masa Lalu yang Kelam Pedangdut Nella Kharisma Pernah Dituduh Selingkuhan Mantan Bupati Kediri

Gervasius menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga sekitar dan personil Pos Maubusa yang sudah susah payah membantu memadam api di dapur milik warganya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved