Kondisi Terkini Bayi 4 Bulan yang Diterbangkan Angin Sejauh 40 Meter di Oebelo, Dokter Bilang Ini

Kondisi Terkini Bayi 4 Bulan yang Diterbangkan Angin Sejauh 40 Meter di Oebelo, Dokter Bilang Ini

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: maria anitoda
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Kondisi Terkini Bayi 4 Bulan yang Diterbangkan Angin Sejauh 40 Meter di Oebelo, Dokter Bilang Ini 

3. Jangan lupa membawa pena

Di dalam pesawat, kamu akan membutuhkan pena untuk mengisi formulir imigrasi.

Ada baiknya kamu membawa pena sendiri sehingga tidak menambah kerepotan pramugari.

4. Tidak mengemas benda-benda penting di dalam tas carry-on atau tas tangan yang dapat dibawa dalam kabin

Untuk berjaga-jaga kalau bagasi terdaftarmu hilang atau delay, jangan lupa menaruh benda-benda penting di dalam tas carry-on.

Mulai dari obat-obatan, perlengkapan kesehatan, charger ponsel, satu setel pakaian ganti, dan dokumen penting untuk pemeriksaan keamanan dan check-in hotel.

5. Jangan memangku bayi di dalam kabin pesawat

Meski sebagian besar maskapai memperbolehkan penumpang terbang dengan bayi yang dipangku secara gratis, sebenarnya ini adalah hal yang berbahaya.

"Jika ada tubrukan atau deselerasi, pegangan pada bayi akan terlepas, dan ia pun jadi semacam proyektil," pilot Patrick Smith mengatakan kepada Reader's Digest.

Oleh karenanya, bawa car seat khusus bayi yang sudah memenuhi standar keamanan ketika terbang.

6. Selalu memakai sunblock

Ramalan Cinta Bintang Senin 25 November 2019 Gemini Bohong Leo Jaga Hati Pisces Jangan Tikung Teman

Begini Kronologi lengkap Bocah 14 Tahun di TTS Yang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Hujan dan Angin Kencang di Kabupaten Kupang, Begini Penjelasan BMKG

BREAKING NEWS: Remaja 14 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Asam

Sering melakukan penerbangan jangka panjang ternyata dapat berdampak buruk pada kulit.

Satu studi menemukan, pilot yang terbang selama satu jam pada ketinggian 30.000 kaki mendapat jumlah radiasi yang sama seperti orang yang telah menghabiskan 20 menit di dalam fasilitas tanning.

Studi lain menemukan, pilot memiliki peluang sepuluh kali lebih besar untuk didiagnosis dengan melanoma maligna.

7. Siapkan Botol Anda

Untuk menghindari keterlambatan dalam keamanan, Anda harus menyiapkan botol dengan bubuk saja. Anda juga dapat membeli paket formula melayani sendiri. Dengan begitu, Anda hanya perlu menambahkan air setelah melewati pos pemeriksaan keamanan. Mintalah pramugari untuk air hangat - mereka biasanya memiliki banyak persediaan untuk kopi dan teh.

8. Ketenangan Menyusui yang Menenangkan

Saat menyusui di pesawat mungkin tidak senyaman menyusui di rumah, itu benar-benar bisa dilakukan. Anda dapat memompa susu dan membawanya ke dalam botol jika Anda khawatir tentang menyusui. 

Tentu saja, menyusui di pesawat mungkin merupakan suatu keharusan. Jika Anda gugup saat menyusui di sebelah orang asing, bawa dua pin pengaman bersama Anda. Dengan begitu, Anda dapat menyematkan selimut penerima ke tempat duduk di depan Anda dan di sisi tempat duduk Anda sendiri untuk menciptakan tirai privasi. 

 Tak sedikit orang tua yang memangku bayi mereka saat sedang berada dalam pesawat. Mayoritas maskapai membolehkan penumpang untuk memangku bayi mereka, dalam batas usia maksimal dua tahun.

Padahal, tak ada salahnya mengeluarkan lebih banyak uang untuk bangku ekstra agar si bayi lebih aman sepanjang penerbangan.

Penelitian dari Rainbow Babies and Children Hospital di Cleveland, Amerika Serikat menyebutkan bahwa salah satu faktor penyebab bayi cedera dalam penerbangan adalah terjatuh dari pangkuan orang tuanya.

Mengutip situs Travel and Leisure, Senin (31/10/2016), penelitian tersebut bekerja sama dengan perusahaan asuransi medis dan travel yakni MedAire. Penelitian terebut menganalisa aneka kecelakaan dan cedera medis yang terjadi pada anak-anak usia maksimal 18 tahun pada 80 maskapai di seluruh dunia, mulai 2009-2014.

Minuman dan sup yang terlalu panas merupakan penyebab utama cedera yang terjadi pada bayi di bawah usia dua tahun. Penyebab kedua adalah jatuh dari pangkuan orang tuanya.

"Kejadian seperti ini di maskapai komersil cukup jarang terjadi. Namun untuk beberapa kasus terutama bayi yang dipangku, biasanya terjadi pada saat orang tuanya makan atau saat turbulensi," tutur senior investigator penelitian Alexandre Rotta.

Di Indonesia umumnya maskapai memperbolehkan penumpang memangku bayi atau batita. Namun berbeda dengan di Amerika Serikat. Federal Aviation Administration (FAA) merekomendasikan para orang tua untuk meminta Child Restraint System (CRS) kepada maskapai yang bersangkutan.

CRS adalah safety seat seperti car seat yang akan menahan dan melindungi bayi Anda di bangkunya. Orangtua juga kerap membawa car seat sendiri. Namun sebelum digunakan, pastikan bahwa car seat tersebut memenuhi aturan FAA. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved