Remaja Gantung Diri

BREAKING NEWS: Remaja 14 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Asam

Hingga saat ini, motif korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih menjadi misteri.

Google
Ilustrasi 

Di TTS, Bocah 14 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri Di Pohon Asam

POS-KUPANG. COM|SOE -- Ignasius Sonbai (14), warga Desa Sambet, Kecamatan Amanatun Utara, Minggu (24/11/2019) ditemukan tewas gantung diri di atas pohon asam. Hingga saat ini, motif korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih menjadi misteri.

Ada dugaan, korban stres pasca ditinggal kedua orang tuanya. Sang ibu diketahui sudah meninggal dunia. Sedangkan sang ayah, diketahui sudah pergi meninggalkan korban. Korban selama ini tinggal bersama mama besarnya, Orpa Halla.

Kapolsek Ayotupas, Ipda Djemi Soleman yang dikonfirmasi pos kupang.com, Minggu malam membenarkan adanya kasus bunuh diri di Desa Sambet.

Terkait kronologi kejadian dikatakan Djemi, pada pagi hari korban keluar dari rumah, tanpa memberi tahu Orpa Halla. Sekitar pukul 10.00 WITA, saksi Orpa mendengar adanya suara teriakan dari belakang rumah saksi. Saksi pun bergegas ke belakang rumah untuk mengecek siapa yang berteriak.

"Korban diketahui keluar dari rumah mama besarnya Minggu pagi tanpa memberi tahu mama besarnya hendak kemana," ujarnya.

Saat saksi sampai di belakang rumah lanjut Djemi, saksi kaget karena melihat korban dalam posisi tergantung pada sumbu kompor yang diikat pada pohon asam.

"Saksi kaget karena melihat korban sudah tergantung tak bernyawa di atas pohon asam yang berada di belakang rumah saksi," ungkap Djemi.

Melihat korban yang dalam posisi tergantung, saksi lalu bergegas masuk kembali ke rumahnya guna mengambil sebilah parang. Usai mendapatkan parang, saksi lalu bergegas memutuskan tali yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya.

Kronologi Bayi 4 Bulan Diterbangkan Angin Hingga 40 Meter dari Rumah di Oebelo Kabupaten Kupang NTT

Tiga Rumah di Desa Mata Air Rata Tanah Terkena Angin

"Jadi begitu mendapatkan parang, saksi langsung memeluk tubuh korban lalu memotong tali yang mengikat leher korban. Jenazah kroban lalu dibaringkan di tanah dan saksi langsung berteriak meminta tolong," bebernya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved