Remaja Gantung Diri
Kapolsek Ayotupas : Murni Tewas Akibat Bunuh Diri
korban ditemukan tanda-tanda orang yang orang meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Ignasius Murni Tewas Akibat Bunuh Diri
POS-KUPANG.COM|SOE -- Kapolsek Ayotupas, Ipda Djemi Soleman mengatakan, Ignasius Sonbai (14), warga Desa Sambet, Kecamatan Amanatun Utara, yang ditemukan tewas pada Minggu (24/11/2019) pagi murni akibat bunuh diri.
Hal ini diperkuat dengan hasil visum yang dilakukan dokter dari Ayotupas. Dimana dari hasil visum, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda orang yang orang meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.
"Dari hasil visum ditemukan adanya cairan putih yang keluar dari kemaluan korban. Pada bagian pantat korban juga ditemukan adanya motor manusia. Selain itu, dari mulut korban keluar air liur," ungkap Djemi..
• BREAKING NEWS: Remaja 14 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Asam
Pihak keluarga korban dikatakan Djemi sudah menerima kematian korban sebagai ajalnya. Saat ini, korban sudah disemayamkan di rumah mama besarnya, Orpa Halla di Desa Sambet untuk selanjutnya akan dimakamkan.
"Keluarga korban sudah menerima kematian korban sebagai ajalnya. Saat ini jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk didoakan sebelum dimakamkan," ujarnya.
Untuk diketahui, Ignasius Sonbai (14), warga Desa Sambet, Kecamatan Amanatun Utara, Minggu (24/11/2019) ditemukan tewas gantung diri di atas pohon asam. Hingga saat ini, motif korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih menjadi misteri.
Ada dugaan, korban stres pasca ditinggal kedua orang tuanya. Sang ibu diketahui sudah meninggal dunia. Sedangkan sang ayah, diketahui sudah pergi meninggalkan korban. Korban selama ini tinggal bersama mama besarnya, Orpa Halla.
Kapolsek Ayotupas, Ipda Djemi Soleman yang dikonfirmasi pos kupang.com, Minggu malam membenarkan adanya kasus bunuh diri di Desa Sambet. Terkait kronologi kejadian dikatakan Djemi,
Pada pagi hari korban keluar dari rumah, tanpa memberi tahu Orpa Halla. Sekitar pukul 10.00 WITA, saksi Orpa mendengar adanya suara teriakan dari belakang rumah saksi. Saksi pun bergegas ke belakang rumah untuk mengecek siapa yang berteriak.
"Korban diketahui keluar dari rumah mama besarnya Minggu pagi tanpa memberi tahu mama besarnya hendak kemana," ujarnya.
• Pemkab Kupang Didesak Segera Ambil Langkah Segera Buat Korban Bencana Angin
• Di TTS, Bocah 14 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri Di Pohon Asam
Saat saksi sampai di belakang rumah lanjut Djemi, saksi kaget karena melihat korban dalam posisi tergantung pada tali yang diikat pada pohon asam. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)