Hipmatim Sampaikan Persoalan Tapal Batas Matim-Ngada
Hipmatim mendatangi DPRD NTT untuk mengadukan persoalan Tapal Batas antara Kabupaten Matim-Ngada.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Manggarai Timur ( Hipmatim) mendatangi DPRD NTT untuk mengadukan persoalan Tapal Batas antara Kabupaten Matim-Ngada.
Persoalan ini masih terjadi dan sempat menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (21/11/2019), pelajar dan mahasiswa asal Matim yang tergabung dalam Hipmatim ini tiba di Gedung DPRD NTT sekitar pukul 13.30 wita. Mereka dikawal oleh aparat kepolisian dan Satuan Pol PP.
• Tahun 2019, Kejari TTU Tangani Dua Kasus Korupsi
Saat tiba, para mahasiswa ini diarahkan ke Komisi I DPRD NTT. Mereka diterima oleh Sekretaris Komisi I DPRD NTT, Hironimus Banafanu dan dua anggota masing-masing, Yohanes Mat Ngare dan Yulius Uly.
Saat itu, para mahasiswa menyampaikan beberapa persoalan antara lain masalah tapal batas antara Kabupaten Matim dan Ngada.
Koordinator Lapangan, Kristianus Jiu mengatakan ada beberapa masalah yang ditemukan di Marim, yakni pertama soal tapal batas antara Matim dan Ngada.
• Waspada! 8 Napi Teroris Tersebar di NTT, Pihak Polda NTT Sebut Ada Pengawasan Khusus
"Pada tanggal 14 Mei 2019 bapak Gubernur NTT sendiri langsung hadir untuk menuelesaikan persoalan tapal batas itu. Namun, hal itu tidak menyelesaikan persoalan tapi justru memicu persoalan dan berlangsung sampai adanya pertumpahan darah," kata Kristianus.
Menurut Kristianus, proses penyelesaian yang dilakukan Pemprov NTT bukan menyelesaikan masalah tapi menimbulkan konflik horizontal di masyarakat Matim dan Ngada.
Selain masalah tapal batas, Kristianus juga menyampaikan persoalan guru BOS Daerah, penggusuran Mangrove dan konflik penambangan ilegal.
"Jadi ada juga pembabatan Mangrove oleh oknum-oknum tertentu," katanya.
Sekretaris Komisi I DPRS NTT, Hironimus Banfanu saat itu mengatakan, persoalan tapal batas butuh kepastian hukum.
"Perlu kepastian hukum soal tapal batas. Jika ada kepastian hukum,maka tidak akan terjadi konflik," kata Hironimus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hipmatim-sampaikan-persoalan-tapal-batas-matim-ngada.jpg)