Innalillahi! Kabar Duka dari Ustadz Yusuf Mansur, Kiai Kharismatik Betawi yng Dihormatinya Ini Wafat
Innalillahi! Kabar Duka dari Ustadz Yusuf Mansur, Kiai yang Dihormatinya Meninggal Dunia
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Bebet I Hidayat
Karya-karya yang lahir dari berbagai macam cabang keilmuan seperti tauhid bernama Sullamul Ibad, nahwu bernama Nahwu Melayu, fiqh yang spesifik menjelaskan tentang tata cara berhaji bernama Manasik Haji, doa keseharian, bacaan salasilah tarawih, dan lain-lain.
Ciri khas karya-karyanya adalah ditulis dengan bahasa yang sederhana sehingga masyarakat awam di Jakarta dapat memahami dengan lebih mudah sehingga banyak kalangan asatidz di Jakarta yang muncul sebab berkah mengaji kepada Abuya KH Abdurrahman Nawi.
Dikatakan oleh murid Abuya bahwa dahulu saat masih aktif dalam berdakwah Abuya bukan hanya dianggap milik Al-Awwabin yakni pesantren yang didirikannya, tetapi lebih dari itu sudah dianggap milik sejuta umat sehingga sosok karismatik Abuya sudah sangat mewarnai kehidupan banyak orang. Pewarta: Abdullah Alawi dan Alhafiz Kurniawan
Ulama Antik Betawi
Dialah ulama antik Betawi yang masih konsisten di jalan dakwah. KH Abdurrahman Nawi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Awwabin ini mendapat julukan ulama antik, karena pokok pikirannya sejalan dengan pemerintah dan juga para ulama
Bagi kalangan ulama dan habaib di tanah Betawi ini tentu banyak mengenal KH Abdurrahman Nawi, salah seorang ulama sepuh yang masih konsisten berdakwah.
Sekalipun usianya sudah mulai dibilang senja, memasuki umur 70 tahun ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Awwabin ini masih mengasuh sekitar 31 majelis taklim yang ada di Jakarta ini.
Ceramahnya yang sarat dengan kandungan nilai-nilai dan pesan moral yang kukuh di atas pandangan ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah membuat banyak jamaah yang ada di tanah Betawi ini kerap mengundangnya.
Dan uniknya, dalam setiap acara yang dihadirinya KH Abdurrahman Nawi sering duduk bersama dengan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dan Habib Husein bin Ali bin Husein Alattas.
Karena sering bertemu dalam sebuah acara, ketiga ulama Betawi ini oleh H. Hamzah Haz (Ketua DPP PPP dan saat itu sedang menjabat sebagai Wakil Presiden RI) pernah menjuluki mereka ulama “Tiga Serangkai”.
Lepas mendapat julukan Ulama “Tiga Serangkai” Betawi dari orang nomor 2 RI itulah, akhirnya kemana-mana mereka selalu bertiga, utamanya dalam acara-acara keagamaan yang banyak digelar oleh kalangan habaib, pemerintah ataupun masyarakat yang ada di Jakarta ini.
“Walau tidak janjian terlebih dahulu, panitia biasanya mempertemuka kita di sebuah acara. Kadang juga, kita janjian terlebih dahulu lewat telepon dan akhirnya sering ketemu bareng,” katanya sambil tersenyum.
Kedekatan KH Abdurrahman Nawi dengan Habib Ali dan Habib Husein sebenarnya telah terjalin sudah sangat lama.
Sebab ia pernah belajar dengan abah dari Habib Ali yakni Habib Abdurrahman bin Abdul Qadir Assegaf (Madrasah Tsagofah Al-Islamiyah, Bukit Duri) dan abah dari Habib Husein yakni Habib Ali bin Husein Alatas (Habib Ali Bungur, Bungur).
“Saya sangat menghargai mereka (Habib Ali dan Habib Husein.